Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita
Otomotif

Pondok Modern Gontor Mulai Bangun Unit Bisnis Otomotif

fajar adhitya Ahad, 12 Desember 2021 - 22:11 WIB
Pondok Modern Gontor Mulai Bangun Unit Bisnis Otomotif
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal meresmikan dimulainya pembangunan bengkel GAS. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur berencana membuka Gontor Auto Service (GAS), sebuah unit bisnis di sektor otomotif. Nantinya, GAS akan melayani segala jenis perbaikan kendaraan bermotor.

Pada Ahad (12/12/2021), Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal meresmikan dimulainya pembangunan bengkel GAS. Unit usaha ini merupakan kolaborasi Pondok Modern Gontor di bawah kendali Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern (YPPWPM) dengan Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (FORBIS IKPM) Gontor.

Pembangunan bengkel GAS berdiri di atas lahan seluas 628 meter persegi. Bangunan diarsiteki oleh Mukhlis Ariston dan diperkirakan akan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Baca Juga: Dewan Dakwah Luncurkan Program Kuliah Paradigma Pemikiran Islam

Kiai Sahal mengungkapkan, GAS merupakan bagian dari pengembangan ekonomi pesantren. GAS menjadi ruang bagi para santri untuk meningkatkan keterampilan yang akan menjadi bekal saat bermasyarakat.

"Saya dan kami semangat dan sudah lama menunggu kapan realisasinya karena kita ini mendidik dan kami semua datang kesini. Kita ini mendidik. FORBIS yang memprakarsai bersama kita semua supaya tahu ini pendidikan, termasuk yang di perkebunan itu juga pendidikan," kata Kiai Sahal pada agenda Peletakan batu pertama pembangunan GAS di Jalan Sultan Agung, Ponorogo.

Dalam sambutannya, Kiai Sahal mengingat sebuah cerita yang dikisahkan oleh pendiri Gontor, KH Imam Zarkasyi. Kiai Zarkasyi bertanya pada para santri tentang apa makna kekayaan.

Baca Juga: Kurikulum KMI Gontor: 100 Persen Ilmu Agama, 100 Persen Ilmu Umum

"Suatu ketika Pak Zar berkata kepada kami di kelas, kalau ada orang mengatakan kepadamu ada orang namanya fulan dia kaya sekali, sawahnya luas, tokonya banyak. Kalau kamu jumpai orang seperti itu, apa yang akan kamu katakan?," kata Kiai Sahal mengenang ucapan Pak Zar.

Kiai Sahal melanjutkan cerita, teman-temannya satu kelas menjawab dengan berbagai jawaban. Mereka mengatakan bahwa kekayaan adalah karunia Allah yang membawa kebermanfaatan, baik secara agama maupun sosial.

Lalu Kiai Zarkasyi menjelaskan, bahwa kekayaan memang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat Islam. Betapa banyak orang yang kaya raya tapi tidak bermanfaat untuk masyarakat.

Baca Juga: Hebat, Para Ulama Ini Tak Hanya Kiai tapi juga Profesor

"Dengarkan! Ini dari Pak Zar, saya akan sampaikan ke kalian. Kalau saya mau mendapatkan duit dan kaya tidak akan kalah dengan orang-orang se-Ponorogo, tapi nanti saya tidak punya santri dan tidak punya pondok," kata Kiai Hasan menirukan Kiai Zarkasy.

Mendengar penjelasan tersebut, Kiai Sahal mengaku terkejut karena jawabannya seperti menantang orang kaya. Kiai Sahal lalu melanjutkan, kehidupan dunia terus bejalan dan nasib manusia ibarat bola digilir.

Sekarang, Gontor dipandang sebagai lembaga pendidikan Islam yang makmur. Gontor dapat mencapai kemakmuran tanpa menyampingkan ajaran agama.

"Ini untuk membesarkan hati kita, bahwasanya kita tanpa meninggalkan syariah kita bisa kaya. Dengan yang halal saja bisa kita kaya tanpa korupsi, tanpa sogok suap kita bisa kaya," urai Kiai Sahal.

Baca Juga: Kisah: Wanita Amerika Masuk Islam karena Keramahan Seorang Muslim

"Inilah ibadah kita mendidik santri untuk benar, baik, pintar dan mengajak kepada kebaikan. Maka kami semangat sekali, Insya Allah kita akan berhasil," imbuh Kiai Sahal.

Kiai Sahal juga mengingatkan bahwa unit bisnis di Pondok Modern Darussalam Gontor tidak ambisius kepada keuntungan. Kegiatan bisnis di Gontor adalah kegiatan yang berlandaskan keikhlasan dan siap berjuang bersama.

"Siapapun itu mau alumni, bukan alumni, pengusaha atau profesional kalau berniat transaksi dengan Gontor untuk untung biasanya akan rugi. Maka hati-hati transaksi dengan Gontor biasanya akan rugi. Orang yang transaksi dengan Gontor yang siap rugi Insya Allah akan untung, maka kita optimis karena sejarahnya seperti ini," ujar Kiai Sahal.

Peletakan batu pertama pembangunan Gontor Auto Service ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, KH. Akrim Mariyat, Direktur KMI, KH. Masyhudi Sobari, Ketua PP IKPM Gontor, Ustaz Adib Fuadi Nuriz, Ketua YPPWPM, Ustaz Ismail Budi Prasetyo, Direktur SPBU Gontor, Ustaz Hanif Hafidz, dan beberapa guru Pondok Modern Gontor.

Hadir dari tim eksternal Gontor Auto Service, antara lain Ketua Umum PP FORBIS, Agus Maulana (Owner Agus Lio Ban Grup), General Manager Nawilis Grup, Bambang (salah satu jaringan otomotif terbesar di Jakarta), FAC Institute (konsultan pembukuan) Fajar Shodiq bersama dengan tim.

Baca Juga: BWI Dorong Pemanfaatan Aset Wakaf sebagai Aset Produktif

"Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak pimpinan pondok, ketua lembaga, asatidzah dan segenap undagan. GAS ini banyak yang membantu baik dari alumni maupun non alumni, Ustaz Agus Maulana (ketua Forbis) beliau sudah menekuni bisnis auto sudah lama dan pengalaman, ustadz Fajar yang nanti akan back up sisi manajemen keuangan," ujar dia.

"Dari luar alumni juga ada yang tulus mau membantu beliau adalah Pak Bambang, dari Jakarta beliau sudah puluhan tahun menggeluti bisnis ini. Beliau sudah berkali-kali datang ke pondok dan memilih lokasi dari sekian tanah yang kita miliki dan ditentukan tanah ini," imbuhnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)