Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Gus Miftah: Meski Dinomorduakan, Pesantren Lebih Unggul dalam Pendidikan Akhlak

Muhajirin Kamis, 16 Desember 2021 - 17:16 WIB
Gus Miftah: Meski Dinomorduakan, Pesantren Lebih Unggul dalam Pendidikan Akhlak
Miftah Maulana Habiburrohman atau akrab disapa Gus Miftah (foto: Wikipedia)
LANGIT7.ID - Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah, menguraikan salah satu penyebab pesantren masih menjadi pilihan kedua bagi orang tua saat memilihkan pendidikan untuk anak, sebab mayoritas masyarakat masih memiliki pemikiran yang kurang baik tentang pesantren.

“Banyak yang berpikir masa depan tidak jelas bagi anak yang disekolahkan di pesantren. Sekolah umum harus lanjut perguruan tinggi, dapat ijazah lalu kerja. Ini dipengaruhi pikiran materialisme,” kata Gus Miftah melalui kanal youtube Semarang Berdakwah, dikutip Kamis (15/12/2021).

Padahal, kata dia, pesantren merupakan lembaga pendidikan paling terdepan dalam pendidikan akhlak anak. Santri berada dalam nuansa pendidikan selama 24 jam. Setiap aktivitas memiliki keterikatan kuat dengan pendidikan akhlak.

“Jangan sampai pandangan miring kita terhadap pesantren menjadikan kita tidak mau memondokkan anak di pesantren,” kata Gus Miftah.

Baca Juga: Gus Baha Sebut Santri Bisa Didik Profesor tapi Profesor Banyak Kesulitan Tanamkan Akhlak

Dia mengaku memiliki kawan yang berprofesi sebagai salah satu petinggi kepolisian. Polisi yang berpangkat jenderal itu merupakan lulusan pesantren. Di setiap kegiatan dan keseharian polisi tersebut selalu menunjukkan akhlak yang baik dan menjadi teladan.

“Saya kenal salah satu petinggi polisi, dia pernah mengatakan, ‘kalau ada panggilan rapat dari siapapun, ketika adzan dikumandangkan saya pasti tinggalkan rapat itu’. Saya Tanya, ‘kenapa jenderal?’ ‘Karena panggilan tertinggi adalah panggilan Allah’,” ucap Gus Miftah menceritakan.

Gus Miftah menegaskan, tidak ada larangan menjadi dokter, atau pun profesi lain. Namun, dokter dengan latar belakang pesantren memiliki perbedaan akhlak dengan mereka yang dari sekolah umum. Itu secara umum. Sebab, mereka selalu membawa nilai-nilai kepesantrenan saat menjalankan tugas profesi.

“Tidak ada larangan jadi dokter, tapi kalau punya basic yang baik, maka akan menjadi dokter yang baik. Karena mohon maaf, ketika kita punya anak, pendidikan pertama kali diberikan kepada anak pasti pendidikan umum, rata-rata lebih mendahulukan ABC daripada ‘A Ba Ta Tsa,” katanya.

Maka dari itu, dia berpesan kepada setiap orang tua untuk mengedepankan pendidikan agama daripada pendidikan umum. Di Indonesia, pesantren sudah membudaya dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak bangsa. Pendidikan pesantren berhasil melahirkan pejuang kemerdekaan, hingga santri memiliki peran penting di kancah nasional dan internasional.

Gus Miftah bercerita, suatu ketika istrinya meminta izin memasukkan anaknya berusia 4 tahun ke Taman Kanak-Kanak (TK). Dia tak melarang. Namun sebelum itu, ia menanyakan satu hal kepada istrinya.

Baca Juga: Pesantren Jadi Institusi Pendidikan Paling Komplit dan Siap Jawab Tantangan Zaman

“Anakmu sudah diajari ngaji?” Tanya Gus Miftah.

“Belum.” jawab sang istri.

“Jangan dimasukkan TK dulu, ajari ngaji,” ucap Gus Miftah menimpali.

Dia menjelaskan, kewajiban orang tua terhadap anak ada tiga yakni memberi nama yang baik, mengajari Al-Qur’an, dan menikahkan. Tak etis jika mengedepankan pendidikan umum sementara kewajiban nomor dua belum terlaksana.

“Orientasi kebendaan dan materialism dari orang tua inilah kemudian, rata-rata yang menjadi penyebab pendidikan agama itu dinomor duakan. Dianggap tidak penting,” ucap Gus Miftah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)