LANGIT7.ID, Istanbul - Para menteri kesehatan yang tergabung dalam G7 mengungkapkan keprihatinan mendalam atas meningkatnya penyebaran Covid-19, terutama varian omicron. Mereka sepakat bahwa varian omicron menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat global saat ini.
Berdasarkan pernyataan resmi G7, para menteri dari tujuh negara terkaya di dunia menekankan pentingnya memiliki akses yang sama ke diagnostik, pengurutan genom, vaksin, dan penyembuhan.
"Lebih penting dari sebelumnya untuk bekerja sama secara erat, dan memantau serta berbagi data," bunyi pernyataan G7 seperti dilansir Sabtu (18/12).
Sementara itu, dengan lebih banyak kasus varian omicron yang dilaporkan di seluruh Eropa, negara-negara bersiap menghadapi gelombang baru dan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan. Salah satunya seperti yang dialami Inggris.
Pada Rabu (15/12), Inggris mencatat jumlah harian tertinggi kasus Covid-19 sejak awal pandemi. Jumlah kasus harian mencapai 78.610, mengalahkan rekor pada 8 Januari tahun ini ketika Inggris melakukan lockdown secara nasional.
Sementara Prancis mengumumkan aturan perbatasan yang lebih ketat dengan Inggris karena kasus varian baru meningkat secara luas di negara tersebut. (Sumber: Anadolu Agency)
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”