LANGIT7.ID, Jakarta - Kiai Haji (KH) Marzuki Mustamar menjaga tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dengan menulis buku Al-Muqtathafat li ahl al-Bidayat (catatan untuk para pemula). Karya monumental itu berisi ayat dan dalil pilihan seputar amaliyah warga NU, agar tidak mudah disebut bid'ah atau sesat oleh kelompok lain.
Marzuki Mustamar lahir di Blitar, 22 September 1966. Saat kecil ia belajar agama pada KH A Masduqi Machfudz di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono, Malang. Kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Malang dan magister di Universitas Islam Lamongan (UNISLA).
Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur itu menjadi salah satu kandidat kuat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pada muktamar ke-34. Menurut rencana, muktamar diselenggarakan 22-23 Desember 2021 di Lampung.
Baca Juga: NU dan Muhammadiyah, Ibarat Sepasang Sandal Jepit yang Tak TerpisahkanSelain Marzuki Mustamar ada juga nama lain yang digadang-gadang menjadi ketua umum PBNU yakni ketua umum sebelumnya Said Aqil Siradj dan tokoh muda NU Gus Baha.
Saat ini Marzuki Mustamar aktif mengajar di Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang. Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, itu juga rutin mengisi kajian ke beberapa masjid di Kota Malang.
Gus Yahya, Mantan Jubir Presiden GusdurSementara, nama Kiai Haji (KH) Yahya Cholil Staquf juga semakin meramaikan bursa Ketum PBNU. Gus Yahya sapaan akrab Yahya Cholil Staquf, sering didaulat menjadi perwakilan Indonesia dalam forum Internasional.
Baca Juga: Profil Said Aqil Siradj, Tokoh Muslim Berpengaruh Urutan 19Pria kelahiran Rembang, 16 Februari 1966 itu merupakan kakak dari menteri agama RI KH Yaqut Cholil Qoumas. Keduanya adalah putra dari almarhum KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan pengasuh Pondok Pesantren Raoudlotut Tholibien, Leteh, Rembang Jawa Tengah.
Saat ini Gus Yahya menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdllatul Ulama sekaligus ketua Ketua Tanfiziyah Pengurus NU Jawa Timur. Ia pernah jadi Juru Bicara Presiden ke-4 RI, Gus Dur.
Baca Juga: Profil Gus Baha, Santri Kesayangan KH Maimoen ZubairDalam pendidikan, Gus Yahya pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, di bawah asuhan KH Ali Maksum. Sedangkan dalam pendidikan formal ia pernah kuliah di Universitas Gajah Mada, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik.
Dalam Perhelatan Muktamar NU ke-34 yang diadakan pada 22-23 Desember 2021 mendatang, Gus Yahya menjadi calon kuat ketua umum PBNU pengganti KH Said Aqil Siradj. Dengan basis pendukungnya berada di Jawa Timur.
Baca Juga: Breaking News: Pemerintah Tunda Pemberangkatan Umrah Hingga 2022(zhd)