LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menilai pesantren mampu menghadapi era society 5.0, sebab sistem pesantren pondok pesantren mampu bertahan di segala era dan kondisi, seperti saat terjadi pandemi Covid-19.
"Pesantren memiliki kesempatan untuk hadir di era masyarakat 5.0, apa itu? Menyiapkan kader ekonomi yang tangguh, pelaku ekonomi baru yang bisa menjaga ketahanan masyarakat dan tantangan krisis pasca pandemi," kata Cak Imin melalui siaran pers, Kamis (23/12/2021).
Dia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri dan membuka Pengukuhan Pengurus Forum Pengasuh Pesantren Putri (Fasantri).
Menurut Cak Imin, keberhasilan pesantren itu berdampak besar bagi eksistensi pesantren putri yang memiliki santri tak kalah banyak dari santri putra. Dia yakin pesantren bisa lebih mandiri dan berdaya menghadapi beragam persoalan.
"Oleh karena itu Fasantri sebagai forum ibu-ibu yang memiliki pesantren putri yang jumlahnya jutaan itu bisa terjaga dan terselamatkan. Sekaligus menjadi tameng bagi santri agar terselamatkan dari kekerasan-kekerasan di dunia luar," ucap Cak Imin.
Dia mengatakan, tema Pengukuhan Pengurus Fasantri tentang Optimalisasi Peran Pengasuh Pesantren Putri di Era 5.0 sangat penting dan harus terus menjadi perbincangan. Hal itu ditujukan untuk mempersiapkan diri masing-masing santri menatap masa depan yang lebih baik.
Cak Imin meminta tema itu disosialisasikan di majelis-majelis, karena belum ada yang mengetahui kondisi dunia pasca pandemi atau ketika ekonomi normal lagi. Semua negara mengeluh, pengangguran meningkat, hingga pebisnis rontok.
"Saya yakin kalau pesantren berhasil menjadi solusi model pendidikan di tengah sulit, maka insya Allah pesantren juga menyiapkan kader-kader yang akan siap menjadi solusi masyarakat bangsa dan negara di masa yang akan datang," tuturnya.
Cak Imin lalu menyampaikan dua isu penting yang harus diantisipasi pasca pandemi, antara lain:
1. Isu Perempuan Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Menurut Cak Imin, perempuan merupakan tulang punggung ekonomi di semua level, baik keluarga, menengah, bawah maupun level desa.
"Alumni-alumni pesantren putri rata-rata juga menjadi tulang punggung keluarga, karena perempuan pesantren ini dikenal ulet dan dasar yang dimiliki juga kuat," ucap dia.
2. Kondisi Kesehatan Indonesia harus mandiri, kokoh, dan tidak mudah goyah dalam konteks kesehatan. Pandemi menjadi salah satu bukti betapa rapuhnya sistem kesehatan Tanah Air.
"Semua bisa dimulai dari lingkungan kita sendiri (dengan menerapkan prokes yang baik), dari keluarga kita, dan perempuan lagi menjadi kunci tulang punggung kemandirian kesehatan nasional kita," ucap Cak Imin.
(jqf)