Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita
Filsafat Pendidikan

Adian Husaini: Sekolah Bukan Pabrik, Murid Bukan Produk

Muhajirin Sabtu, 25 Desember 2021 - 13:28 WIB
Adian Husaini: Sekolah Bukan Pabrik, Murid Bukan Produk
Ketua DDII Dr Adian Husaini (foto: rri.co.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) dan Pengasuh Pondok Pesantren At-Taqwa Ustadz Adian Husaini, mengingatkan, lembaga pendidikan tidak boleh dianggap sebagai pabrik yang hanya jadi alat untuk menghasilkan murid yang diibaratkan produk.

Dalam artian, kata dia, murid hanya diarahkan untuk mencari materi, bukan ilmu. Sistem demikian Hanya melahirkan peta jalan pekerjaan, bukan peta jalan keilmuan.

Salah satu inti pendidikan adalah menanamkan nilai. Penanaman nilai kepada murid itu harus didukung oleh guru-guru yang hebat pula. Guru yang hebat mesti berada di sekolah yang hebat pula. Artinya, pembenahan besar-besaran harus dilakukan, mulai dari sistem pendidikan hingga tujuan pendidikan itu sendiri.

“Ki Hajar Dewantara sudah mengingatkan, mendidik berarti menuntut tumbuhnya budi pekerti, beradab dan bersusila. Pendidikan adab, jiwa anak terdidik bersama-sama dengan pendidikan jasmaninya,” kata Adian Husaini melalui webinar pendidikan secara virtual, Sabtu (25/12/2021).

Baca Juga: Pendidikan Bukan Hanya Monopoli Institusi Sekolah

Filsuf Pendidikan Islam Prof Naquib Al-Attas pernah mengingatkan, hakikat pendidikan adalah proses ta’dib (pendidikan adab). Ini harus menjadi landasan dalam membuat peta jalan pendidikan.

“Pendidikan di Indonesia seharusnya melahirkan kebahagiaan batin, serta keselamatan hidup, esensi dasar pendidikan adalah harus memerdekakan kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Adian mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait pendidikan.

Proses pendidikan Untuk menciptakan pendidikan ideal yang menekankan pada nilai dan adab. Harus diakui, semua pihak saat ini sudah menyadari dan menyiapkan agar pendidikan menghasilkan anak murid yang mampu membawa Indonesia maju, sejahtera dan madani.

“Niat baik tersebut seharusnya diselaraskan dengan hakikat pendidikan, dan mohon dipahami bahwa sekolah bukan sebuah pabrik, atau sebuah kantor, pendidikan adalah proses pembentukan dan pengembangan kapasitas intelektual dan kejiwaan individu sesuai dengan potensi yang dimiliki,” kata Adian.

Jika sekolah dianggap sebagai sebuah pabrik, maka murid akan dianggap sebagai benda mati yang akan diolah agar menjadi produk tertentu.

Jika sekolah dianggap sebagai sebuah kantor, maka murid akan dianggap sebagai karyawan yang menjalankan rutinitas dan harus patuh kepada atasan.

“Memang murid-murid dianggap benda hidup tapi tidak boleh berpikir kritis, bernalar, berargumentasi, berbeda pendapat. Itu mungkin penyebab negara kita belum kompetitif, karena masyarakat belum terbentuk keberaniannya dalam mengambil resiko,” ucap Adian.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)