LANGIT7.ID, Jakarta - Al-Qur'an diturunkan Allah untuk menjadi petunjuk kehidupan manusia di muka bumi. Oleh karena itu walaupun berbahasa Arab, al-Qur'an dapat diterjemahkan ke dalam bahasa apa saja agar memudahkan manusia yang bukan berbahasa Arab memahami isi kandungannya.
Di Indonesia banyak beredar al-Qur'an dengan terjemahannya sehingga memudahkan orang mengetahui arti dari ayat al-Qur'an yang ia baca. Para cendikiawan seperti Prof Quraish Shihab, juga membuat tafsir al-Qur'an untuk memudahkan umat muslim memahami kandungan al-Qur'an.
Oleh karena itu saat ini mudah bagi umat muslim untuk mempelajari isi kandungan al-Qur'an dan kemudian mengaplikasikannya dalam hidup. Firman Allah SWT.
Baca Juga: 7 Keutamaan Membaca Al-Quran, Nomor 4 Sangat Istimewaوَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِ
Walaqad yassarnal Qur'ana lidzikri fahal mim mudzakir."Dan Sungguh telah kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran." (QS Al-Qamar: 17).
Memahami kandungan al-Qur'an pada saat ini jauh lebih mudah, pada saat membaca al-Qur'an umat muslim dapat melihat terjemahannya dan merenungi maknanya. Selain itu umat muslim juga dimudahkan dengan banyaknya kajian tafsir al-Qur'an baik online maupun offline.
Baca Juga: Terpilih sebagai Rais Aam PBNU, Sekjen MUI: Semoga Sukses Emban AmanahOleh karena itu tidak ada alasan bagi umat muslim untuk tidak merenungi kandungan Al-Qur'an. Karena secara garis besar kandungan ayat al-Qur'an sangat jelas maknanya, dan mampu dicerna oleh semua kalangan. Pada saat orang mampu merenungi ayat-ayat Al-Qur'an, maka akan muncul berbagai ciri padanya antara lain,
Pertama, meneteskan air mata karena merasa takut kepada Allah Ta'ala. Kedua, menyatukan hati dan pikiran saat membaca al-Qur'an. Ketiga, khusyuk dan rendah diri dihadapan Allah. Keempat, bertambahnya keimanan. Kelima bergetar jiwanya saat membaca Al-Qur'an dan keenam, merasa bahagia dalam menjalani hidupnya.
Seseorang yang memiliki salah satu dari ciri di atas maka ia telah mencapai tingkatan mampu merenungi al-Qur'an. Oleh karena mari senantiasa menghayati kandungan al-Qur'an, agar ia dapat menjadi pedoman hidup dan memberi syafaat kelak di hari akhir.
Baca Juga: Dewan Dawah Gelar Pelatihan Dai dan Khatib se-Kota Depok(zhd)