LANGIT7.ID, Jakarta - Bulan suci ramadhan ialah salah satu momentum yang selalu dinanti oleh umat islam. Bulan ramadhan adalah bulan penuh keberkahan serta ampunan dari Allah SWT.
Bulan ramadhan merupakan bulan diturunkannya Alquran dari
lauhil mahfudz ke langit dunia kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril alahissalam. Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Latin: Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usra wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurụn.
Arti: (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
Baca Juga: 3 Tahap Interaksi dengan Al-Qur’an, Bisa Dapat Pahala Setara 80 TahunKini, jelang 100 hari menuju bulan Ramadhan ke 1443 Hijriyyah. Ada banyak hal yang harus di siapkan guna menyambut momentum ini, mengingat ia hanya datang satu kali dalam satu tahun.
Berikut bekal yang wajib disiapakan dalam menyambut bulan ramadhan :
1. RohaniRohani ialah persiapan yang sangat penting karena ia menyangkut mental kita. Ketika bulan ramadhan, godaan datang bertubi-tubi, dengan mental yang kuat semua akan bisa teratasi.
2. JasmaniIalah persiapan kesehatan fisik. Di bulan ramadhan, kita wajib untuk menunaikan ibadah puasa yang berarti kita harus menahan segala sesuatu, salah satunya menahan lapar. Maka dari itu, daya tahan tubuh yang kuat sangat dianjurkan agar kesehatan tidak terganggu.
3. FikiranTak hanya tahan lapar, tahan berfikir negatif dan suudzan juga menjadi salah satu yang diwajibkan ketika bulan ramadhan. Sebenarnya, hal ini tidak hanya dilakukan saat bulan ramadhan saja, tetapi harus di terapkan dalam kehidupan setiap harinya.
Baca Juga: Bisa Jadi Referensi, Ini 7 Travel Umrah dan Haji Milik Artis dan Ustadz4. MaliyahIalah ibadah yang berupa memberikan sebagian rezeki kita kepada yang membutuhkan. Seperti membayar zakat serta memberikan sedekah kepada fakir miskin.
5. Siapkan Perlengkapan IbadahGuna memaksimalkan ibadah salat, kelengkapan alatnya harus diperhatikan. Seperti sajadah, sarung, mukena, peci dan lainnya.
6. Persiapkan Kebutuhan DapurKelengkapan isi dapur seperti sembako dan makanan sehat lainnya menjadi salah satu faktor penting untuk diperhatikan, mengingat ia akan membuat kita tetap tampil maksimal dalam mejalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Uniknya Masjid Muhammad Cheng Ho di Purbalingga yang Bernuansa Arwana7. Membersihkan RumahSeperti kata pepatah Arab, 'menjaga kebersihan merupakan sebagian dari iman'. Menjaga rumah agar tetap bersih dan wangi membuat kita sebagai penghuni juga mendapatkan efek positif, seperti merasa nyaman dan lainnya.
(zhd)