LANGIT7.ID, Jakarta - Muhammadiyah menjadi contoh toleransi dalam beragama. Pada masa pandemi saat ini, organisasi Islam yang telah berdiri sejak 1912 itu terus mengawal kesehatan masyarakat.
Muhammadiyah tidak hanya di bidang medis, namun juga bergerak di sisi sosial-ekonomi dan spirtual keagamaan. Selain memiliki keinginan menjadi agen solutif, Muhammadiyah juga memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dalam urusan muamalah-duniawiyah. Muhammadiyah berpandangan, perbedaan dalam Islam merupakan salah satu medium saling mengenal, mencintai, toleran, dan membantu.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan, satu program yang dijalankan Muhammadiyah adalah vaksinasi gratis untuk semua elemen bangsa. Vaksinasi itu tidak hanya kepada umat Islam, tapi semua anak bangsa dengan latar belakang agama apapun.
"Vaksinasi untuk lintas agama dan juga ikut memakamkan bagi warga yang terkena Covid-19 dari agama lain. Apa yang dilakukan Muhammadiyah secara meluas di berbagai programnya ini merupakan wujud dari keinginan Muhammadiyah menjadi solusi untuk negeri di kala pandemi," kata Haedar, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (21/7/2021).
Haedar mengatakan, Covid-19 varian Delta merupakan musuh bersama yang menimbulkan kekawatiran bagi banyak orang. Jumlah pasien yang terinfeksi juga terus bertambah, bukan hanya di negara lain, di Indonesia pun terus mengalami peningkatan.
Haedar mengajak seluruh elemen bangsa agar memiliki solidaritas sosial untuk menghadapi dan menekan pandemi, tanpa memandang suku, budaya, bangsa atau agama. "Kita tidak bisa berpikir, bekerja, secara eksklusif sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama. Dengan kebersamaan kita bisa meringankan beban masalah ini seberat apapun," ucapnya.
Dalam perspektif tersebut, maka Muhammadiyah menyelenggarakan vaksinasi dan membantu prosesi pemakaman lintas agama merupakan ikhtiar kolektif. Ini bangsa ini mampu mengatasi pandemi dengan kebersamaan dan menjadi momentum merekat persatuan.
Jika pandemi telah berakhir, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus berpandangan inklusif dalam menolong dan membantu kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurut sisi keagamaan, Muhammadiyah juga akan terus konsisten menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang wasathiyyah berkemajuan yang dapat merekat persatuan nasional.
"Bangsa Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika itu bisa berdiri tegak karena persatuan dari seluruh komponen bangsa. Umat Islam sebagai kekuatan mayoritas, menjadi teladan sejak perjuangan kemerdekaan hingga saat ini untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan," ungkapnya.
(asf)