Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home wirausaha syariah detail berita
Potensi Industri Herbal Besar

Jokowi Minta Pemerintah Setop Impor Barang di Sektor Kesehatan

mahmuda attar hussein Selasa, 28 Desember 2021 - 20:15 WIB
Jokowi Minta Pemerintah Setop Impor Barang di Sektor Kesehatan
Jokowi dalam saat groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali, Denpasar, Bali, Senin (27/12). Foto: Sekretariat Presiden
Langit7, Jakarta - Pemerintah terus menggenjot pengembangan industri herbal di Tanah Air. Hal itu dilakukan, sebagai upaya menekan impor bahan baku obat yang selama ini dilakukan Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkeinginan agar pemerintah dapat menghentikan impor, baik alat kesehatan, obat-obatan, maupun bahan baku obat. Dia meminta, kebutuhan akan barang tersebut dapat diproduksi sendiri di Tanah Air.

“Alat kesehatan, obat-obatan, bahan baku obat, kita harus berhenti impor barang-barang itu lagi. Kita perlu produksi sendiri di negara kita,” ujar Jokowi dalam saat groundbreaking Rumah Sakit (RS) Internasional Bali, Denpasar, Bali, Senin (27/12).

Baca juga: Prospek Masih Cerah, Pemerintah Dorong Industri Pengolahan Buah Segar

Merespon hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyebutkankan bahwa Indofarma akan fokus dalam pengembangan industri herbal pada pengobatan.

Apalagi, Indonesia memiliki alam dan kultur yang mumpuni guna mengembangkan industri tersebut.

“Kita punya kekuatan di industri herbal, karena memang mempunyai alam dan dalam hal ini. Untuk itu Indofarma kita akan fokus dalam pengembangan industri herbal daripada pengobatan,” jelas Erick.

Baca juga: Indonesia Fokus Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah

Saat ini pihaknya telah mengonsolidasikan klaster kesehatan BUMN. Hal tersebut merupakan bagian dari pembentukan ekosistem, guna memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan.

Diketahui, Kementerian BUMN juga telah berhasil menggabungkan Bio Farma sebagai perusahaan induk (holding company) yang membawahi Kimia Farma, Indofarma, dan sejumlah rumah sakit yang berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Selain itu, secara bisnis Bio Farma diharapkan mampu membuka peluang baru dalam industri kesehatan seperti industri vaksinasi.

“Karena itu kita coba sekarang bekerja sama dengan berbagai pihak apakah merupakan vaksin mRNA atau protein rekombinan yang hari ini memang masih terus kita jajaki,” lanjutnya.

Baca juga: Tren Meningkat, Potensi Bisnis Menjanjikan dari Frozen Food

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)