LANGIT7.ID, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Herbal Muslim Indonesia (APHMI) melakukan deklarasi dan pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat 2 (JB2) di gedung Jakarta Global University, Depok, Selasa (13/9/2022). Ketua Umum APHMI, Ustaz Warsono menjelaskan, APHMI berdiri cukup lama yakni mulai dari tahun 2013, yang terus melakukan koordinasi dan konsolidasi hingga perlahan terbentuk beberapa DPW di beberapa daerah di pulau Jawa.
"Alhamdulillah pada hari ini kami mengikuti deklarasi sekaligus pelantikan DPW Jabar dua. Sebenarnya sudah ada deklarasi dari beberapa wilayah termasuk dari Solo Jawa Tengah, Yogyakarta, Jabar dua dan mungkin nanti menyusul Jabar satu hingga luar Jawa Insya Allah," kata Ustaz Warsono kepada
Langit7, Selasa (13/9/2022).
Menurut dia, tujuan dari adanya APHMI sendiri untuk menciptakan para pengusaha herbal di Indonesia yang mendunia. Artinya melalui APHMI pengusaha herbal yang kecil dapat tumbuh menjadi besar hingga berkelas dunia.
"Tentu kami dari APHMI berharap besarnya ke depan dibarengi dengan ilmu, baik ilmu dunia yang berhubungan dengan muamalah, fiqih-fiqih muamalah, termasuk strategi bisnis bagaimana supaya berhasil," ujar Ustaz Warsono.
Baca Juga: Dianjurkan Rasulullah SAW, Ini Segudang Manfaat Habbatussauda untuk TubuhDengan begitu, kata dia, hal tersebut dapat memberikan kontribusi besar bagi bangsa ini. Mengingat saat ini kondisi sedang sulit sehingga teman-teman APHMI dapat mengambil tanggung jawab ini.
"Kami berharap teman-teman semua dapat mengambil tanggung jawab ini dalam kondisi susah, mari bersama-sama membantu negara kita, sehingga masyarakat bisa kita bantu baik dari sisi materi ataupun produknya," ujarnya.
Ustaz Warsono menuturkan, DPW APHMI ini terbentuk hampir se-Jawa mulai dari DKI, Jawa Tengah, Yogyakarta, Banten, dan lainnya. Rencananya, APHMI akan membentuk DPW di luar Jawa, seperti di Pulau Sulawesi, Sumatera, dan lainnya.
"Kemudian nanti sebentar lagi mungkin di Makassar Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat. Dan untuk di Sumatera ada Lampung, memang perlu waktu karena saat ini pengusaha herbal yang ada masih bertumpu di Jawa," tuturnya.
Baca Juga: Pakar Unpad: Indonesia Perlu Kembangkan Riset Tanaman Obat HerbalMengenai keanggotaan, Ustaz Warsono menyampaikan hingga kini anggotanya sudah menyebar secara nasional. "Kalau dari
database sudah ada sekitar 600 pengusaha herbal dan mungkin saat ini sudah mencapai ribuan data terakhirnya," ujarnya.
Dia mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan konsolidasi dan pendekatan denga para pengusaha herbal baik dari pusat maupun daerah. "Harapan kami ke depan APHMI bisa lebih besar lagi seperti asosiasi pengusaha herbal lainnya, mungkin harapan kami bisa sampai ratusan ribu pengusaha herbal. Dari yang kecil kami bisa menjadi besar," katanya.
Kendati demikian, dia juga menyadari bahwa harapan tersebut tentu tidak bisa dilakukan tanpa bantuan, dukungan dari pihak dan stakeholder terkait. "Tentu hal ini tidak bisa dilakukan sendiri, kami perlu dukungan dari pemerintah, kementerian/lembaga terkait, terutama Kementerian Kesehatan dan BPOM," ujarnya.
Dia juga mengharapkan dukungan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar pihaknya dapat mengeskpor produk-produk herbal ke luar negeri. "Jadi sinergitas antara kami dengan asosiasi lain, kemudian dukungan dari pemerintah juga kami harapkan," ucap Ustaz Warsono.
Baca Juga: 4 Ide Bisnis Berpeluang Positif Pascapandemi, No 3 Paling Mudah(zhd)