LANGIT7.ID, Jakarta - Bermula dari dakwah untuk anak punk di kolong jembatan, kini Komunitas Tasawuf Underground dibantu oleh Ustadz Yusuf Mansur, akan mendirikan pondok pesantren di daerah Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan Pengasuh Pesantren Underground, Ustadz Halim Ambiya.
"Insya Allah, kita akan buka lahan di Rumping Bogor, untuk Pondok Pesantren Tasawuf Underground," kata Ustadz Halim saat bertemu dengan Ustadz Yusuf Mansur seperti terlihat dalam akun resmi @tasawufunderground, Rabu (29/12/2021).
Dalam video tersebut, Ustadz Yusuf Mansur mendukung penuh pembangunan Pondok Pesantren Tasawuf Underground. "Kami dukung, sesuatu yang tidak bisa kami jangkau. Sesuatu yang tidak bisa saya sentuh, tapi bisa disentuh oleh Ustadz Ambiya. Kalau bisa nanti di seluruh kota, seluruh Tanah Air, bahkan seluruh negara," katanya.
Saat ini, Pesantren Tasawuf Underground masih terpusat di Kota Tangerang Selatan, Banten. Pesantren itu baru mengontrak di sebuah ruko di Kompleks Ruko Ciputat, Blok C No.27, Jalan RE Martadinata, Cimanggis, Ciputat.
Pesantren itu terbilang unik. Ustadz Halim mendedikasikan diri untuk mendidik anak-anak punk atau anak-anak jalanan yang kerap mendapat stigma negatif di tengah masyarakat. Ia menyebut pesantren itu sebagai 'jalan pulang' bagi para santri.
Baca Juga: Anak-Anak Punk Upacara HUT ke-76 RI, Ternyata Santri Tasawuf Underground
Ustadz Halim mengajarkan tasawuf sebagai pendekatan kepada santri agar bisa mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Bagi dia, setiap orang memiliki hak sama untuk mengenal Tuhannya. Hanya saja stigma negatif dan lingkungan membuat mereka kian jauh dari nilai-nilai agama.
Awal mula merintis pesantren itu, Ustadz Halim mendidik para santrinya di kolong jembatan. Meski bising dengan suara-suara metropolitan, namun ia tetap semangat mendidik para santri agar bisa lebih dekat kepada Sang Khalik.
Tak hanya mengajarkan tasawuf, pesantren itu juga kini mengajarkan para santri untuk berwiraswasta. Para santri dibekali keterampilan seperti keahlian nyablon, laundry, keterampilan infografis, dan lain sebagainya.
Karena keterbatasan dana, awalnya Pesantren Tasawuf Underground menempati kolong jembatan. Di bawah deru berbagai kendaraan dan klakson mobil yang berseliweran, Ustaz Halim Ambiya mengajarkan anak-anak punk dasar-dasar keislaman, karena mayoritas anak punk tersebut adalah muslim.
Namun lebih dari itu, bukan hanya mengajarkan tasawuf, tetapi hingga saat ini di pesantren nyentrik ini juga diajarkan cara berwiraswasta. Dibekali dengan berbagai keterampilan seperti sablon, laundry, keterampilan infografis, dan lain sebagainya.
"Selain mengajarkan pendidikan agama Islam, kita juga membuka peluang mereka tentang pemberdayaan ekonomi dan sosial dengan pelatihan-pelatihan. Dengan pelatihan desain grafis, kita ajarkan corel draw, photoshop, bisnis online, bikin pembukuan, pelatihan sablon," ucap Ustadz Halim, dikutip laman duniasantri, Rabu (29/12/2021).
(jqf)