LANGIT7.ID, Jakarta - Pemerintah Jerman berencana untuk menyumbangkan vaksin Covid-19 ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah pada tahun 2022. Sumbangan vaksin itu sesuai dengan imbauan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang meminta negara-negara kaya untuk menyumbangkan vaksinnya.
Menteri Pembangunan Negara Svenja Schulze mengatakan Jerman memberikan kontribusi signifikan pada platform vaksin PBB COVAX tahun ini tanpa merusak program vaksinasinya sendiri.
"Tapi kita tidak berhenti di situ. Tahun depan, kami berencana untuk menyumbangkan setidaknya 75 juta dosis vaksin," kata Schulze kepada Redaktionsnetzwerk Deutschland (RND), seperti dikutip Kamis (30/12).
Janji awal pemerintah baru untuk tahun 2022 adalah sekitar 25 persen lebih rendah dari yang disumbangkan negara itu ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tahun ini.
Jerman telah menyumbangkan atau secara kontrak menjamin lebih dari 100 juta dosis kepada COVAX tahun 2021. Namun, sejauh ini kurang dari setengahnya mencapai tujuan mereka, karena masalah operasional dan logistik.
Kementerian Luar Negeri Jerman menyatakan sekitar 53 juta dosis sedang didistribusikan atau disiapkan untuk pengiriman.
Sebelumnya, WHO telah berulang kali meminta negara-negara kaya untuk menyumbangkan lebih banyak vaksin Covid-19 ke platform COVAX. Hal tersebut untuk memastikan bahwa negara-negara berpenghasilan rendah tidak tertinggal dalam perang global melawan virus Covid-19. (Sumber: Anadolu Agency)
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.