Ilustrasi kerukunan umat beragama. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi masyarakat Indonesia, pergantian tahun harus menjadi momentum terjalinnya kembali persatuan dan rasa persaudaraan. Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid mengatakan, tahun 2022 harus menjadi tahun berseminya kerukunan antarummat beragama.
Pergantian tahun harus menjadi momentum bangkitnya kembali semangat toleransi dan persaudaraan dalam merawat kerukunan di tengah keragamaan.
Kebhinekaan Indonesia, lanjutnya, adalah anugerah Yang Mahakuasa. Nenek moyang bangsa ini telah mewariskan sikap toleran, tepa salira, dan saling menghormati di tengah keragaman.
"Keragaman adalah kejayaan dan kekuatan. Sudah seharusnya kita semua menguatkan sikap toleran dan terus jalin persaudaraan sebagaimana diajarkan pendahulu bangsa," ucap Zainut dilansir pernyataan Kementerian Agama, Ahad (2/1/2022).
"Mari perkuat rasa kebangsaan, tebar semangat toleran, dan jadikan Indoneaia sebagai barometer kerukunan umat beragama di dunia. Mari kita mulai dengan menyukseskan pencanangan 2022 sebagai tahun toleransi," imbuhnya.
Wamenag juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada di tengah kondisi pandemi yang berangsur mulai terkendali. Kesadaraan akan kesehatan sangat penting, karena itu akan menentukan bagaimana cara terbaik menyongsong tahun baru di tengah pandemi.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”