Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Cara Mengenalkan Allah kepada Anak Lewat Ciptaan-Nya

Muhajirin Senin, 03 Januari 2022 - 11:18 WIB
Cara Mengenalkan Allah kepada Anak Lewat Ciptaan-Nya
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID - Akidah praktis menjadi salah satu pelajaran penting yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini. Allah pun telah mengajarkan metode pembelajaran demikian dalam Al-Qur'an.

Manusia tinggal mengikuti metode tersebut untuk menanamkan keimanan pada anak sedari dini. Imam Al-Ghazali pernah mengajarkan, mengenal Allah menggunakan ciptaan-Nya. Alam sekeliling merupakan wadah untuk mengenal Allah.

Misal, suatu ketika pada masa Rasulullah SAW, sahabat Jarir bin Abdillah al-Bajali tengah memandangi bulan purnama bersama anak muda Madinah. Mereka menikmati keindahan purnama itu, hingga datang Baginda Nabi Muhammad SAW.

Baginda Nabi mengatakan, "Kalian akan melihat Tuhan kalian nanti di surga sebagaimana kalian melihat purnama ini."

Pakar parenting, Ustadz Budi Ashari, mengatakan, kisah Jarir bin Abdillah tersebut merupakan metode mengenal Allah melalui ciptaan-Nya. Metode itu bisa diterapkan saat mengenalkan Allah kepada anak-anak.

Anak belum cukup usia untuk bergelut dengan teori. Mereka akan lebih memahami suatu ajaran jika disentuh dengan hal-hal sederhana di sekeliling mereka. Contoh paling sederhana dalam hal ini adalah hujan.

Anak-anak suka main hujan. Namun kerap orang tua menggambarkan hujan sebagai penyebab penyakit kala hujan turun. Padahal, Al-Qur'an mengatakan hal berbeda. Hujan adalah berkah.

"Dulu kita belajar hujan di sekolah pada Mata Pelajaran IPA. Dijelaskan siklus hujan. Hanya sekadar itu, mendapat nilai 100. Tapi cara Al-Qur'an berbicara hujan sangat lengkap," kata Budi Ashari, dikutip kanal youtube Moslem Mind, Senin (3/1/2022).

Al-Qur'an menjelaskan perkara hujan bukan sekadar siklus perputaran air dari bumi ke awan lalu turun ke bumi. Ada nilai keimanan yang tertanam di dalamnya. Sehingga, keimanan akan meresap ke dalam hati anak melalui ciptaan-Nya yang ada di sekitar mereka.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ

"Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen." (QS Qaff: 9).

Allah berfirman, hujan adalah berkah dari langit. Indonesia dikenal sebagai wilayah tropis. Intensitas hujan tiap tahun tak terhitung. "Makanya begitu, hari ini ada hujan, orang tua bisa menanamkan keimanan kepada anak melalui hujan. Misalnya, hujan berkah sehingga bikin sehat," tutur Budi Ashari.

Di Madinah, pada era Rasulullah, tiap kali hujan turun para sahabat keluar main hujan-hujanan. Rasulullah dalam satu riwayat disebutkan melepas sorban kala hujan turun. Para sahabat pun demikian. Bahkan, mereka mengeluarkan barang-barang yang tak rusak oleh air agar terkena hujan.

"Kenapa? karena berkah, supaya mendapat berkah," terang Budi Ashari.

Pengetahuan anak makin luas jika memahami konsep ini. Dari soalan hujan saja, anak bisa mengerti cara tumbuh-tumbuhan keluar dari bumi. Demikian pula tanah yang tandus berubah jadi subur lantaran terkena air hujan.

Ini dijelaskan dalam Surah Qaff pada ayat 10-11. Namun yang paling menarik adalah cara Qur'an mengaitkan hujan dengan keimanan. Pada penghujung ayat 11, Allah menutup penjelasan hujan dengan kebangkitan alam kubur.

كَذٰلِكَ الْخُرُوْجُ

"Seperti itulah terjadinya kebangkitan (alam kubur)."

Metode ini sangat menarik. Hujan tak asing lagi bagi manusia Indonesia. Hanya ada dua musim. Hujan pun menjadi pemandangan lumrah. Tapi, jarang orang tua menyadari konsep tersebut untuk menanamkan keimanan kepada anak.

"Coba lihat, bicara hujan tapi ujungnya adalah kebangkitan. Kalau lihat hujan dan berbicara kepada anak-anak, Allah sudah mengajarkan cara bertuturnya. Ini metode Qur'an yang sudah membentuk generasi terbaik di muka bumi ini," ucapnya.

Tak sekadar hujan saja. Alam semesta menyediakan ruang belajar yang sangat luas. Jika dilihat dari cara pandang sains semata, maka hanya akan berhenti pada ilmu pengetahuan saja.

Berbeda jika menggunakan kacamata iman. Melihat rumput pun bisa menggetarkan hati. Ayam berkokok mengantarkan pada zikir. Awan putih di langit yang membiru menyuplai keimanan dalam hati. Belum lagi daratan dan lautan hingga angkasa raya yang tak terhitung luasnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)