Langit7, Subang - Kebutuhan pangan masyarakat tidak pernah terlepas dari sektor pertanian. Ketergantungan pangan itu, menjadikan sektor pertanian tidak pernah mati seiring waktu, termasuk perikanan.
Terdapat beragam jenis ikan yang tidak pernah absen di pasaran, baik pasar tradisional, atau pun modern. Salah satu yang paling sering ditemui yakni ikan nila.
Selain lele, permintaan akan ikan nila juga cukup tinggi. Hal itu terbukti dari data BPS 2021 yang menunjukkan volume ekspor ikan nila pada 2020 mencapai 12,29 ribu ton, dengan nilai ekspor Rp1,5 triliun.
Baca juga: Maksimalkan Pembayaran Digital, Angkringan Kekinian Ini Raup Omzet 50%![Petani Subang Ini Sukses Budi Daya Ikan Nila Sistem Air Deras]()
Angka itu menunjukkan potensi bisnis dari budi daya ikan nila cukup menggiurkan. Seperti dikatakan pebudi daya ikan nila asal Subang, Ujang.
Ketika pertama kali merintis budi daya, tepatnya pada 2010 silam, Ujang bukanlah orang yang memiliki pengetahuan cukup perihal seluk-beluk budi daya ikan nila.
Kendati demikian, ilmu seputar budi daya nila dia peroleh dari seorang sahabat yang mau membagikan ilmunya. Dari situ, dia mulai mengembangkan budi dayanya seiring waktu.
"Alhamdulillah setelah saya dididik dari awal, bisa terus berkembang bertahap sampai sekarang," ujarnya dikutip dari kanal YouTube CapCapung.
Dalam usaha budi dayanya yang terletak di Subang itu, Ujang berfokus pada pembesaran ikan nila, dengan menggunakan sistem kolam air deras.
Dia menjelaskan, dalam satu petak kolam ikan bisa ditebar sebanyak 3 ribu ekor benih.
"Dari situ, untuk sekilo isi 10 ekor sudah bisa lumayan untungnya. Dengan menggunakan sistem air deras akan menghasilkan oksigen yang cukup besar, jadi bisa mendorong nafsu makan ikan," jelasnya.
Baca juga: Dorong Konsumsi Sayur dan Buah, Dosen UI Manfaatkan Momentum Home Gardening![Petani Subang Ini Sukses Budi Daya Ikan Nila Sistem Air Deras]()
Sementara untuk pemasaran, dari hasil panennya itu dia mampu menjangkau hingga keluar daerah, seperti Bandung, Bekasi, Cianjur, dan Jakarta.
Kendati demikian, Ujang cukup merasakan imbas dari pandemi Covid-19. Dia mengaku, saat puncak pandemi, permintaan akan ikan nila dirasakan cukup menurun.
Namun, dia mengaku tetap akan melanjutkan usaha budi dayanya, sambil menantikan usainya pandemi.
Dia berharap, situasi pandemi segera berakhir dari negeri ini. Sehingga mampu menggairahkan kembali dunia usaha, terutama perikanan.
"Mudah-mudahan ke depan bisa lebih bagus (penjualan) seperti dulu. Kondisi korona mau bagaimana lagi, karena bukan kita saja yang terdampak," katanya.
Baca juga: Sambut 2022, Industri Asuransi Syariah Siap Tebar Jaring Lebih Besar(zul)