Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home wirausaha syariah detail berita

Maksimalkan Pembayaran Digital, Angkringan Kekinian Ini Raup Omzet 50%

Fifiyanti Abdurahman Kamis, 06 Januari 2022 - 11:34 WIB
Maksimalkan Pembayaran Digital, Angkringan Kekinian Ini Raup Omzet 50%
Pemilik usaha angkringan Pak Rachmat. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemanfaatan pembayaran nontunai hingga e-menu untuk menjawab kebutuhan pasar mampu mendorong performa bisnis kuliner. Alif Rachmat (25), pedagang angkringan asal Tasikmalaya, Jawa Barat merasakan manfaat dari pembayaran non tunai. Teknologi digital tersebut memberi keuntungan bagi bisnisnya hingga mampu menaikkan omzet hingga 50% di saat usaha sedang melesu.

Usaha bernama Angkringan Pak Rachmat yang dijalankan tersebut berawal dari ketertarikan Alif menjelajah Yogyakarta. Bermodal rasa penasaran dan coba-coba, di awal 2020 akhirnya ia mencoba menghadirkan cita rasa khas Jawa ke tanah Sunda, tepatnya di dekat universitas ternama di Tasikmalaya.

Baca juga: Berawal dari Lapak Angkringan, Kini Punya Restoran Kopi

Kehadiran angkringan tersebut pun disambut antusias dari masyarakat sekitar. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama karena berbarengan dengan pandemi COVID-19 yang membatasi kegiatan masyarakat.

“Ketika awal buka usaha angkringan ini, kita kaget banget harus menghadapi kondisi pandemi. Awalnya sempat bingung bagaimana caranya meneruskan usaha." cerita Alif.

Namun, melihat antusiasme pelanggan yang cukup baik di awal karena sedikitnya usaha angkringan di kota Tasikmalaya, Alif tetap optimis meneruskan usaha dengan terus memutar otak.

"Secara operasional, kami tetap membuka usaha dengan mengikuti peraturan pemerintah saat itu. Dari awalnya kita mulai di jam 4 sore sampai jam 12 malam, saat masa PPKM kami hanya buka sampai jam 9 malam,” cerita Alif.

Semangat dan sifat optimisme dari salah satu pelaku usaha baru ini membuatnya selalu ingin belajar dan memahami tren yang ada di masyarakat terutama tren pasar di dunia kuliner.

Di bulan kelima, ia menilik tren pasar yang bergeser ke arah digital, dimulai dari adanya pembayaran digital, tampilan menu digital, hingga pengelolaan keuangan atau kasir secara digital. Melihat tren tersebut, Alif akhirnya tergerak untuk mengadopsi digitalisasi menggunakan Aplikasi Usaha Youtap.

“Dengan diberlakukannya new normal pada saat itu, saya melihat adanya berbagai pergeseran perilaku masyarakat agar dapat memutus rantai penularan virus, dari mulai pembayaran nontunai hingga pergeseran tren tampilan menu yang berubah menjadi digital atau e-menu," kata Alif.

Tidak hanya itu, keputusan Alif dalam memanfaatkan layanan digital juga sangat membantunya mengatur dan mengelola keuangan usahanya. Kehadiran fitur yang berisikan analisa mengenai produk apa yang paling laris dan diminati setiap bulannya mampu membantu strategi bisnisnya kedepan.

Kini, Angkringan Pak Rachmat mampu mencatat 120.000 ribu sampai 140.000 transaksi setiap bulannya. Alif mengaku saat bisnisnya mulai berkembang, ia cukup kepusingnan dengan catatan keuangan yang tidak rapi dan serba manual.

"Dalam sehari saja, jika ada pesanan lebih dari 20, saya sangat kesulitan mengatur dan mengelola bon-bon kertas yang berserakan. Satu orang saja bisa banyak list nya karena tiap sate atau gorengan yang diambil ditulis satuan/per item." tambahnya.

Strategi lainnya yang diterapkan adalah menghadirkan inovasi pada suasana dan varian menu di angkringannya, seperti menghadirkan ambiance ala kafe dan menyediakan cita rasa makanan pedas yang berlevel.

Tidak sampai disitu saja, ayah dari satu anak ini juga memberikan inovasi kepada pelanggannya lewat penyediaan layanan pesan secara online melalui fitur PHP (Pesan dari Hape) Youtap dan tidak jarang ia memberikan layanan delivery tanpa ongkir bagi pelanggannya di daerah Tasikmalaya.

Langkah inisiatif untuk meraih peluang tumbuh lewat implementasi layanan digital pada usaha Angkringan Pak Rachmat akhirnya mampu menjawab kebutuhan pasar hingga mendorong performa bisnisnya di tengah pandemi.

Layanan digitalisasi yang diadopsi pun membawa usahanya kini dikenal sebagai angkringan yang kekinian karena memungkinkan pelanggan membayar secara nontunai baik itu dari e-wallet, mobile banking, hingga QRIS. Langkah digital itupun pada akhirnya mampu membawa anak sulung dari dua bersaudara ini, meraih kenaikan omzet mencapai 50%.

Baca juga: Belajar dari Youtube, Sulap Usaha Gerobak Jadi Angkringan Modern

Dengan kesuksesan yang diraih, Alif mengajak pelaku usaha kuliner lainnya untuk pandai mengambil ceruk pasar dengan digitalisasi.

"Saya merasa berbagai fitur yang dihadirkan juga sangat bermanfaat bagi pelaku usaha agar dapat beradaptasi terhadap perubahan tren yang terus berjalan. Tak sedikit saya menawarkan teman-teman lain yang memiliki usaha agar bisa mencoba mengembangkan dagangannya lewat teknologi khusus pelaku usaha.” tutup Alif.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)