LANGIT7.ID, Jakarta - Nama Fauziah Fauzan El Muhammady mungkin masih jarang terdengar di telinga masyarakat. Namun, siapa sangka, Fauziah adalah orang berpengaruh dalam pendidikan Islam.
Muslimah ini dikenal sebagai Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Diniyyah Puteri, Padang Panjang, Sumatera Barat.
Selain mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang berjiwa kepemimpinan Islam, Fauziah juga mendorong kemandirian santrinya lewat berbagai program.
Upaya itu membuatnya meraih Anugerah BI Award 2021, sebagai Tokoh Penggiat Ekonomi Pesantren/Boarding School, akhir tahun lalu.
Bank Indonesia (BI) memang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Hal itu dilakukan melalui pengembangan kemandirian ekonomi pesantren dan menjadikannya sebagai basis arus ekonomi Indonesia.
"Dalam program pemberdayaan ekonomi pondok pesantren ini, Bank Indonesia KPw BI Sumatera Barat pada tahun 2018 telah bekerjasama dengan ponpes Diniyah Putri Padang Panjang," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Wahyu Purnama, seperti dilansir
binews.id.
Selain mandiri dalam perekonomian, Fauziah juga berupaya menjadikan lembaga pendidikan yang didirikan pada 1923 itu untuk mencetak generasi muda yang berjiwa kepemimpinan Islam demi kemajuan bangsa.
Di bawah kepemimpinannya, ponpes yang genap berusia 98 tahun pada 1 November 2021 lalu itu berkomitmen untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang cinta akan Islam.
Dilansir
hantaran.
co, Fauziah menyebutkan, generasi yang dilahirkan ponpes modern khusus putri itu merupakan hasil perjuangan pemimpin dalam memajukan Islam. Tidak hanya di daerah sendiri, bahkan hingga ke level internasional.
"Perguruan Diniyyah Puteri bertekad mencetak sejuta guru untuk Indonesia, melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ada. Termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) yang dikenal memiliki banyak keunggulan dibanding lembaga pendidikan sejenis," ujar Fauziah Fauzan dalam keterangannya.
Selain itu, lanjut dia, ponpes yang didirikan Rahmah El Yunusiyyah itu juga bertekad mendidik calon generasi penerus bangsa yang mampu menyejahterakan umat.
Untuk itu, muslimah yang biasa disapa Zizi itu telah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya penerapan
QUBA Curriculum, yakni aplikasi kurikulum berbasis Quran, Sunnah, Qalbu,
Brain, dan
Attitude.
"Fasilitas pendukungnya adalah divisi-divisi otonom, studi komparatif yang hingga kini sudah tembus 28 negara, 48 jenis program ekskul, 47 jenis sains, dan sarana pendidikan yang cukup," jelasnya.
Tekad Diniyyah Puteri di bawah kepemimpinan Fauziah untuk menciptakan sejuta pendidik untuk Indonesia juga mendapatkan dukungan dari Ketua Yayasan Rahmah El-Yunusiyyah, Nadirman Haska.
"Diniyyah Puteri konsisten mendidik calon pendidik tangguh. Program pendidikan kita sudah jelas arah dan tujuannya. Kendati saat ini pesantren bertumbuhan, tapi tetap saja tidak menyamai konsep pendidikan yang dianut Diniyyah Puteri, sesuai cita-cita besar Rahmah El-Yunusiyyah," tambahnya.
Selain itu, di bawah kepemimpinan Zizi, ponpes yang telah memasuki usia hampir 1 abad itu tidak pernah ketinggalan untuk berinovasi. Di mana Diniyyah Puteri selalu berupaya beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
(jqf)