Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Agar Waktu Tak Sia-sia, Perhatikan Cara Efektif Belajar Al-Qur'an

Muhajirin Sabtu, 08 Januari 2022 - 16:01 WIB
Agar Waktu Tak Sia-sia, Perhatikan Cara Efektif Belajar Al-Qur'an
KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya (foto: instagram.com/buyayahyaalbahjah)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma'arif (Buya Yahya), meminta para pelajar muslim memahami hirarki belajar dalam Islam. Hirarki yang dimaksud ialah membuat skala prioritas antara ilmu alat dan tujuan belajar.

Dalam Islam, tujuan utama belajar adalah menyingkap mutiara-mutiara hikmah di dalam Al-Quran dan mengambil hidayah dari hadits. Menyelam ke dasar ilmu tersebut memerlukan ilmu alat yang menunjangnya. Dia Mencontohkan belajar nahwu sharaf untuk memahami Al-Qur'an.

Niat perlu ditata terlebih dahulu sebelum belajar. Memahami ilmu nahwu sharaf agar mengerti bahasa Arab. Dari situ, orang yang mengerti bahasa Arab bisa memahami kedalaman makna yang terkandung dalam Al-Qur'an.

"Ilmu nahwu sharaf adalah alat untuk mempunyai tujuan, untuk memahami Al-Qur'an. Belajar Al-Qur'an saja itu sudah pahala," kata Buya Yahya melalui kanal youtube Al-Bahjah TV, dikutip Sabtu (8/1/2022).

Dari sini pula muncul skala prioritas dalam mempelajari suatu bidang ilmu. Bagi orang sibuk atau pun yang sudah sepuh, belajar Al-Qur'an lebih prioritas ketimbang belajar nahwu sharaf.

"Jadi, kalau waktu anda terbatas, maka membaca dan menghafal Alquran tentu diutamakan, karena diulang-ulang membaca Al-Qur'an adalah pahala," ucap Buya Yahya.

Ada kekeliruan yang sering terjadi di kalangan para pelajar muslim. Banyak darii mereka menjadikan ilmu alat sebagai tujuan. Mereka sangat pandai menguraikan hukum tata bahasa Arab, demikian pula bercakap-cakap memakai bahasa padang pasir tersebut.

Namun, mereka awam dalam memahami Al-Qur'an dan hadits. Kekeliruan dalam menempatkan prioritas belajar tentu menjadi penyebab. Pelajar itu terlalu bersemangat mendalami bahasa Arab, sehingga lupa jika tujuan belajar tata bahasa untuk memahami Al-Qur'an dan Sunnah.

Yang sering salah kita itu dulu adalah alat kita jadikan tujuan. Ilmu alat untuk menuju tujuan, belajar nahwu sharaf agar kita mengerti bahasa Arab, kalau mengerti bahasa Arab untuk apa? untuk mengerti Alquran dan hadits, tidak boleh berhenti di ilmu saja.

"Kalau berhenti di ilmu alat saja, tidak dapat pahala setelah itu. Orang kafir juga belajar nahwu sharaf, karena hanya ingin berbahasa Arab. Tapi orang muslim beda, belajar nahwu sharaf untuk mempelajari ilmu tujuan," kata Buya Yahya.

Sama halnya ilmu ushul fikih. Ushul fikih hanya alat, tentu untuk mengurai hukum syariah dan memahami Al-Qur'an. Tidak boleh hanya berhenti pada ushul fikih saja.

"Akan ada pahalanya kalau bercita-cita jika ingin sampai maksudnya, yaitu paham Al-Qur'an, paham makna makna Al-Qur'an,dan paham hadits nabi," kata Buya Yahya.

Setidaknya ada empat ilmu praktis yang harus dipelajari. Fikih praktis untuk mengetahui halal-haram berkenaan dengan fardhu 'ain, akidah praktis yakni berkaitan dengan keimanan, akhlak praktis seperti akhlak kepada orang tua dan kepada Allah, serta membaca Al-Qur'an.

"Saat menganggur belajar empat hal ini. Ilmu alat tidak masuk di sini, nahwu sharaf tidak masuk di sini. Kalau fokus di ilmu alat, nanti tidak memulai berzikir. Kalau hanya belajar ilmu alat dan tidak sampai pada tujuan, berarti anda salah dalam memahami alat," kata Buya Yahya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)