LANGIT7.ID, Jakarta - Fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad, terutama pada periode Madinah, tidak hanya difungsikan sebagai tempat beribadah. Namun dipakai untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan pusat kegiatan umat.
Ketika itu masjid tidak hanya menitik beratkan pada aktivitas yang berdimensi ukhrawi, tetapi mengombinasikan antara ukhrowi dan aktifitas duniawi.
Berikut 8 fungsi masjid saat zaman Rasulullah mengutip "Kajian Pendalaman Materi Sejarah dan Fungsi Masjid" dalam Diklat Pembina Kemasjidan yang ditulis
Muchammad Toha.
1. Tempat peribadatanMasjid berasal dari kata sajada – yasjudu yang berarti merendahkan diri, menyembah atau bersujud, dengan demikian sebagai tempat shalat dan dzikir kepada Allah SWT merupakan fungsi utama dari masjid.
2. Lokasi pertemuanMasjid menjadi tempat yang paling rutin digunakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya bertemu.
3. Tempat bermusyawarahPada masa Rasullulah SAW masjid juga digunakan sebagai tempat bermusyawarah, baik dalam merencanakan suatu program maupun memecahkan persolan yang terjadi.
4. Area perlindunganRasul dan para sahabatnya sering memberikan perlindungan atau jaminan keamanan bagi seseorang bila dia masuk ke masjid.
5. Kegiatan sosialRasullullah SAW dan para sahabatnya menjadikan masjid sebagai tempat kegiatan sosial, misalnya mengumpulkan zakat, infaq dan shodaqoh melalui masjid, lalu menyalurkannya kepada yang membutuhkan.
6. Perawatan orang sakitPada masa Rasulullah SAW perawatan dan pengobatan terhadap pasukan perang dilakukan di lingkungan masjid.
7. Latihan dan mengatur strategi perangDi samping memusyawarakan pengaturan strategi perang di masjid, juga langsung melakukan latihan dan membentuk prajurit atau mujahidin yang berkepribadian Islami dan memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.
8. Lokasi dakwah dan madrasahRasulullah SAW juga menjadikan masjid sebagai tempat untuk mengajarkan ilmu yang telah diperoleh dari Allah SWT berupa wahyu. Ini berarti masjid berfungsi sebagai madrasah bagi kaum muslimin untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
(bal)