LANGIT7.ID, Jakarta - Ungkapan 'awet tua' ternyata bisa dibuktikan secara medis. Fenomena ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian orang yang memiliki usia muda kerap terlihat lebih tua.
Hal yang mesti dipahami adalah usia biologis seseorang berbeda dengan usia kronologisnya. Mengutip laman
hallosehat, usia biologis adalah usia dari sel-sel tubuh yang menggambarkan tampilan penuaan seseorang. Sedangkan, usia kronologis adalah usia seseorang yang dihitung dari tanggal lahir.
Usia sel-sel tubuh seseorang bisa jadi lebih tua atau lebih muda dari usia sebenarnya. Ini yang membuktikan usia hanya sebuah angka.
Para ahli menduga, telomer (bagian paling ujung yang melindungi kromosom) yang membuat kedua usia ini berbeda. Telomer berfungsi menjaga ujung kromosom agar kualitasnya tidak menurun dan tidak melebur dengan kromosom lain.
Hal itu memengaruhi seberapa cepat sel berganti usia dan mati. Semakin sering sel membelah, maka semakin pendek karena ujung telomer akan jatuh setiap setiap sel membelah.
Pendiri Grossman Wallnes Center, Dr. Terry Grossman, mengatakan, ada hubungan langsung antara panjang telomer dengan usia tubuh. Semakin lama seseorang hidup, telomernya semakin pendek. Hal itu menjelaskan, jika seseorang sebaya dalam hal umur dalam angka belum tentu sama terkait usia tubuh.
Baru-baru ini, terdapat penelitian usia biologis dapat menjadi penentu yang lebih baik untuk melihat kesehatan seseorang dibandingkan usia kronologis. Sel-sel dalam tubuh memiliki kaitan erat dengan fungsi tubuh atau komposisi tubuh, sehingga usia biologis bisa lebih baik menentukan memprediksi penyakit yang berkaitan dengan usia.
Berikut ini tiga hal yang mempengaruhi usia tubuh seseorang:
1. StresStres membawa dampak buruk bagi seseorang, termasuk usia tubuh, karena menambah usia sel-sel tubuh dengan cepat. Tidak hanya stres, cara yang salah ketika menanggulangi stres seperti makan dengan emosional, minum-minuman beralkohol, atau penyalahgunaan obat-obatan juga mempengaruhi usia tubuh.
2. Bahan Kimia dari Luar TubuhBahan kimia yang masuk ke dalam tubuh bisa berasal dari mana pun seperti makanan dan minuman, udara, produk pembersih yang dipakai, dan masih banyak lagi. Bahan kimia ini dapat menumpuk dan membuat kerja sel-sel tubuh menjadi lebih berat.
Maka itu, memperhatikan setiap barang yang dipakai dan masuk ke dalam tubuh harus diperhatikan.
3. Kurang TidurSering kurang tidur sering bisa membuat usia sel-sel tubuh lebih tua daripada usia kronologis. Tidur cukup setiap hari dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sel-sel tubuh.
Saat tidur, sel-sel tubuh sebenarnya tetap bekerja untuk memperbaiki dan memulihkan dirinya kembali. Jika seseorang kurang tidur, sel-sel dalam tubuh tidak punya cukup waktu untuk melakukan hal itu.
(jqf)