Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mendukung Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir dan Sekretaris Umum Prof. Dr. Abdul Mu'ti kembali memimpin Muhammadiyah lima tahun ke depan.
Menurut Saiful, jika Golkar mencalonkan Ganjar, praktis membuat peta politik berubah. Golkar pun hanya tertinggal satu persen dari suara PDIP (18 persen).
39 calon tetap anggota dipilih oleh 197 orang anggota tanwir. Kemudian, 39 calon tetap anggota tersebut akan dipilih 13 anggota PP Muhammadiyah di Muktamar Muhammadiyah pada 19-20 November 2022.
Muhammadiyah turut berperan dalam pengembangan ekonomi dan bisnis nasional. Salah satunya dengan melahirkan pusat wirausaha di organisasi Islam tersebut.
Ketua Panitia Pusat Muktamar ke 48 Muhammadiyah, Marpuji Ali mengatakan, kehadiran Muktamar Fair dan MITE ini dalam rangka memasarkan produk dan pengembangan teknologi untuk bisa memperlihatkan sejauh mana kemampuan PTM dan Sekolah Muhammadiyah.
Menurut Ma'ruf Amin, keislaman dilihat dari bagaimana menjaga agama, ada yang menjaga agama dengan keras, terlalu lemah. Sehingga bagaimana bisa menjaga dengan baik supaya menjadi proporsional.
Terkait dengan pembangunan gedung baru Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Haedar Nashir mengungkapkan keinginan Syafii Maarif agar Muallimin-Muallimat menjadi uswah hasanah bagi model pendidikan Islam.
Menurut Haedar, Pemilu tak sekadar kontestasi politik, melainkan proses transformasi kebangsaan. Penting bagi capres dan cawapres untuk memahami secara mendalam konstitusi serta sejarah bangsa.
Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah telah menyeleksi puluhan kandidat dan mengerucut jadi 39 nama melalui persidangan pada 5-6 November 2022 lalu. Selanjutnya, 39 calon pimpinan itu diseleksi lagi pada 19 November 2022.
Museum Muhammadiyah sendiri bukan sekadar tempat wisata dan edukasi biasa, akan tetapi juga sebagai tempat menjaga memori kesejarahan peran-peran kebangsaan, kemanusiaan, dan keumatan Muhammadiyah.
Cendekiawan muslim, Prof Din Syamsuddin mendorong terjadinya restrukturisasi kepemimpinan pusat Muhammadiyah. Dia menilai, selama ini PP Muhammadiyah lebih tampak sebagai syuriah (pembina) dibanding tanfidziyah (eksekutif).