LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan muslim,
Prof Din Syamsuddin mendorong terjadinya restrukturisasi kepemimpinan pusat Muhammadiyah. Dia menilai, selama ini PP Muhammadiyah lebih tampak sebagai syuriah (pembina) dibanding tanfidziyah (eksekutif).
“Banyak anggota PP Muhammadiyah yang merasa dirinya syuriah (yang berwenang menentukan ketetapan), tapi kurang terlibat dalam melaksanakan keputusan itu dengan menggerakkan unsur pembantu pimpinan (majelis atau lembaga),” kata Ketua Umum ke-14 PP Muhammadiyah ini lewat pesan elektronik, Senin (14/11/2022).
Muhammadiyah akan menghadapi berbagai tantangan zaman dalam skala lokal maupun global. Karenanya, para pengurus pusat Muhammadiyah bakal dituntut lebih responsif.
Baca juga: Sambut Muktamar Muhammadiyah, GP Ansor Sediakan Penginapan Gratis“Selama ini sudah bagus, tapi perlu lebih bagus lagi,” imbuhnya.
Din Syamsuddin mengusulkan penambahan jumlah anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah dari 13 menjadi 19 atau lebih. Kemudian, dia mengusulkan agar cukup mempertahankan sepertiga anggota PP yang lama atau sekitar 5 sampai 7 orang.
Di pucuk struktur, menurut Din, cukup Ketua Umum didampingi Wakil Ketua Umum sebagai penyelaras yang diperkuat oleh kesekjenan di tingkat bawah. Kesekjenan kemudian dibantu para wakil sekjen yang menggerakkan pelaksanaan program-program umum persyarikatan.
“Sekaligus memberdayakan majelis atau lembaga di bawahnya. Di samping itu perlu diperkuat biro-biro yang berada di bawah Sekjen dengan tidak diletakkan dalam sekretariat,” papar Din.
Din merasa Muhammadiyah memiliki banyak sekali kader-kader muda atau setengah tua. Mereka adalah gairah segar untuk mengisi pos-pos dalam struktur tadi.
“Syarat-syaratnya mereka memiliki integritas tinggi, mempunyai intelektualitas memadai, mempunyai kapabilitas mumpuni, dan selalu hadir bekerja, serta menyediakan waktu untuk organisasi,” tutur Din.
Jelang
Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah di Solo, 19-20 November 2022 banyak ide segar yang mengemuka. Uraian Din merupakan salah satu hasil dari Temu Pikir sejumlah cendekiawan Muhammadiyah di Kampus UMY, Ahad (!3/11/2022).
Baca juga: Suami-Istri Bersepeda 300 Kilometer Demi Muktamar MuhammadiyahPertemuan diprakarsai Pusat Studi Muhammadiyah UMY. Hadir Rektor UMY Prof. Gunawan, Prof. A. Munir Mulkan, Prof. Hilman Latief (Dirjen Haji dan Umroh Kemenag), Prof. Mufti Fajar (Ketua KY), Dr. Ibnu Hajar (DPR-RI), Dr. Zuki Qodir, Dr. Sayuti, Dr. Azaki Khairuddin, Dr. Normasari (Warek UAD), dan sejumlah intelektual muda Muhammadiyah lainnya.
Rektor UMY Prof. Gunawan menyambut baik ide darah segar Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Namun yang lebih penting baginya adalah pikiran segar.
Prof. Munir Mulkhan yang pernah menjadi Sekretaris PP Muhammadiyah, lebih menekankan pengembangan struktur yang dinamis dan fungsional di jajaran PP Muhammadiyah dengan memasukkan kader-kader muda, termasuk dari unsur perempuan.
Baca juga: Haedar Nashir Digadang-gadang Maju Kembali dalam MuktamarSementara Prof. Hilman Latief, cendekiawan yang pernah menjadi Wakil Rektor UMY menekankan revitalisasi kesekjenan. Baginya Sekretariat Jenderal harus menjadi motor penggerak roda organisasi, yang dimulai dari pimpinan pusat kemudian menggerakkan lingkaran-lingkaran bawah.
(sof)