Tempat ini diharapkan juga sebagai wahana bagi anak muda untuk mengenal Buya Syafii dan mengenal dunia melalui koleksi maupun karya Buya yang disimpan di rumah in.
Masyarakat di kawasan kaki gunung Lawu tepatnya di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah masyarakatnya memiliki toleransi yang tinggi terhadap pemeluk agama lain.
Tema yang akan diusung pada muktamar nanti adalah 'Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta'. Ini dipilih untuk Muhammadiyah yang lebih maju dan terus berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.
Muhammadiyah punya program tiada hari tanpa peresmian. Gedung-gedung pendidikan, gedung-gedung dakwah, gedung-gedung sosial yang dibutuhkan masyarakat.
Menurut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti , ini adalah wujud dari paham Islam berkemajuan yang senantiasa fleksibel dan dinamis dalam merespon perubahan zaman.
Salah satu agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah di UMS adalah Malam Mangayubagyo. Rektor UMS yang juga merupakan Ketua Panitia Penerima Muktamar 48, Sofyan Anis menyebut Malam Mangayubagyo diharapkan menjadi sarana hiburan bagi penggembira.
Prof. Dr. Din Syamsuddin, merekomendasikan beberapa nama di antaranya incumbent Haedar Nashir. Selain itu ada Ketua Umum, Abdul Muti, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng KH Tafsir.
Achsanul mengungkapkan bahwa dirinya berziarah tanpa pendampingan resmi petugas Kedutaan RI untuk Jordania. Dia bisa menembus ketatnya penjagaan Tentara Israel karena masuk dengan Paspor Hijau atau paspor turis.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan, Indonesia merupakan rumah besar bagi masyarakat Indonesia yang beragam. Negara tidak perlu condong ke mazhab tertentu karena bisa membahayakan kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik bangsa Indonesia.
Negara tidak perlu campur tangan dengan dinamika pemikiran keagamaan karena akan membahayakan bagi kemajemukan yang selama ini menjadi mozaik Bangsa Indonesia.
Menurut Din Syamsuddin, PP Muhammadiyah satu periode terakhir sudah bagus dengan kiprah dan performa efektif. Hal ini ditunjukkan, bertambahnya amal usaha baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, maupun sosial, dan ekonomi.
Haedar menjelaskan, dengan kandungan dan makna surat Al-Ashr ini, Rasulullah mengubah bangsa Arab yang sebelumnya penyembah berhala menjadi umat Islam yang memurnikan tauhid.