Beberapa jemaah tak bisa menutupi rasa kegembiraannya dapat menunaikan ibadah haji 2021 meski di tengah pandemi Covid-19. Mereka mengaku sangat beruntung.
Masjidil Haram merupakan situs paling suci dalam Islam dan terletak di jantung kota Mekah di Arab Saudi. Bagaimana kondisinya sekarang setelah tedampak Covid.
Meski langkah pemerintah Arab Saudi untuk menaikkan biaya Haji diapresiasi karena ada layanan kesehatan, tapi biaya yang ditetapkan dinilai terlalu berlebihan.
Kota Mina memiliki ribuan tenda yang disediakan pemerintah untuk para jemaah haji dari seluruh dunia. Jamaah tiba di tempat tersebut sebelum wukuf di Arafah.
Jamaah haji masih dapat menyaksikan puncak ritual ibadah haji, yakni wukuf arafah secara virtual untuk mengobati kerinduan ibadah haji. Cek link di sini.
Jemaah yang sudah terdata terdiri atas unsur diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa Indonesia, dan sejumlah WNI lain.
Jamaah haji harus menerapkan protokol kesehatan ketat saat menjalani ibadah tersebut. Satu kelompok dibatasi hanya 20 orang untuk mencegah penyebaran virus.
Otoritas Masjidil Haram menyambut para jemaah haji yang tiba di Mekah. Pihak berwenang juga melibatkan 500 pegawai untuk melayani kebutuhan para jemaah saat melakukan Tawaf atau mengelilingi Kakbah.
Menteri Urusan Islam, Panggilan dan Bimbingan, Sheikh Abdullatif Al Sheikh menyampaikan, Pemerintah Arab Saudi menghabiskan biaya 31 juta Real Saudi (Rp119 miliar) untuk perawatan dan operasional Haji 2021.
Masjid-masjid di Arab Saudi ternyata tidak memiliki kotak amal. Hal ini yang terkadang membuat bingung jamaah haji umrah dari Indonesia. Inilah penjelasannya.
Peringkat GMTI ini didapat dari total poin yang didapatkan destinasi wisata halal berdasarkan beberapa faktor, di antaranya fasilitas dan layanan yang ramah wisatawan Muslim.
Ibadah umat Muslim terhambat karena pandemi Covid-19. Sebab banyak masjid tutup atau membatasi aktivitas jamaah. Hal ini pun diterapkan masjid-masjid dunia.
Perjanjian pendistribusian film yang berkisah tentang kehidupan warga di Arab itu sudah dilakukan antara Manga Production, Koch Media dan Koch Films yang berbasis di Planegg, Jerman.