PP Muhammadiyah dan Bank Aceh Syariah resmi menandatangani MoU di Yogyakarta. Kerja sama strategis ini menjadi momentum bersejarah sebagai kolaborasi pertama Muhammadiyah dengan bank daerah syariah, yang akan mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah dan memperkuat ekonomi syariah di Indonesia.
ICDX mencatat rekor transaksi komoditi syariah tumbuh 66% ke Rp 2,01 triliun di 2024. Bank Syariah Indonesia (BSI), CIMB Niaga Syariah, dan Bank Muamalat menjadi penggerak utama. ICDX targetkan transaksi Rp 4 triliun tahun 2025, didukung tren positif ekonomi syariah nasional.
Hukum pajak dalam Islam 2024 menuai perdebatan. Ulama seperti Yusuf Qardhawi dan Ibnu Khaldun membolehkan pajak yang adil untuk pembangunan, berbeda dengan pajak zalim. Kenaikan PPN 12% di Indonesia yang 70% APBN dari pajak perlu dikaji sesuai syariat Islam.
Hadirnya Salam Berkah Amanah dari BTN Syariah membuka peluang investasi syariah terjangkau mulai Rp10 ribu per hari. Produk asuransi syariah ini menawarkan return hingga 150% dengan perlindungan 25 tahun tanpa medical check-up. Kolaborasi BTN Syariah dan Sun Life Indonesia menghadirkan solusi proteksi keuangan syariah lengkap termasuk benefit khusus ibadah haji dan Ramadan.
Bank Mega Syariah menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional melalui pembiayaan syariah Rp170 miliar kepada INKA untuk proyek KRL. Pencapaian ini didukung kinerja positif pembiayaan komersial yang tumbuh 9,6% dan NPF gross yang membaik menjadi 0,92%, mencerminkan strategi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
Ironi terjadi di industri keuangan syariah Indonesia. Meski memiliki ekosistem lengkap dan potensi pasar besar, penetrasinya masih di bawah 10%. Generasi milenial lebih memilih pinjol karena gaya hidup konsumtif dan preferensi solusi instan. Diperlukan inovasi produk dan edukasi yang tepat untuk mengubah mindset masyarakat.
Bank Muamalat membuktikan keunggulannya dalam layanan haji dengan meraih empat penghargaan BPKH Banking Award 2024. Inovasi digital dan program #HajiAnakHebat menjadi terobosan penting, menawarkan solusi tabungan haji untuk generasi muda. Komitmen ini menjawab tantangan masa tunggu haji 20-30 tahun di Indonesia.
Bank Muamalat cerdik melihat peluang bisnis dari tantangan masa tunggu haji yang panjang. Mereka menghadirkan tabungan haji anak sebagai solusi perencanaan ibadah jangka panjang. Melalui kampanye #HajiAnakHebat dan kemudahan layanan digital, Bank Muamalat membantu orang tua muslim mewujudkan impian haji untuk anak-anak mereka sejak dini.
Pertumbhan bisnis Jasindo Syariah 2025 berfokus pada penguatan empat sektor unggulan yakni marine cargo, kendaraan bermotor, asuransi aneka, dan properti untuk mencapai target pertumbuhan 35%. Strategi ini didukung sinergi industri dan penguatan internal melalui apresiasi kinerja dan pengembangan inovasi layanan.
Indonesia menunjukkan prestasi membanggakan dalam pengembangan ekonomi syariah dengan meraih posisi ketiga setelah Malaysia dan Arab Saudi menurut SGIE 2023. Forjukafi menggelar simposium untuk membahas penguatan inklusi keuangan syariah, sementara BPKH mengajak masyarakat mendaftar haji di usia muda mengingat masa tunggu yang mencapai 20 tahun.
Penerapan sistem peringatan dini (EWS) menjadi kebutuhan mendesak bagi lembaga keuangan syariah untuk mengantisipasi krisis ekonomi. Melalui pemantauan indikator makro dan kinerja keuangan, sistem ini membantu mencegah kebangkrutan dan menjaga kepercayaan nasabah. Perbankan syariah juga didorong meningkatkan porsi pembiayaan berbasis bagi hasil untuk memperkuat ketahanan terhadap gejolak ekonomi.
KNEKS mengambil langkah strategis meningkatkan literasi keuangan syariah melalui pendekatan komprehensif dan berbasis data. Target peningkatan literasi 20 persen menjadi fokus utama, didukung implementasi panduan kerja baru yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Strategi ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia secara berkelanjutan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS), Destry Damayanti, bersama jajarannya di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta. Kunjungan ini bertujuan mempererat sinergi antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Agama (Kemenag) dalam mendukung program ekonomi syariah.