Muslimah yang juga pengajar di Madrasah Diniyah Takmiliyah ini menyebutkan, mengeluarkan modal Rp4 juta. Modal itu ia gunakan menjalankan usaha ikan hias dan budi daya lele.
Sandi menyebut, dalam dunia entrepreneur Nabi Muhammad adalah seorang private equity atau pengelola modal pertama di dunia. Beliau mengelola aset atau modal milik Siti Khadijah. Cara berbisnis ini pun yang ditiru oleh Sandiaga ketika memulai karir di dunia entrepreneur.
Ada satu pelajaran yang berharga, pernah terlalu percaya diri dengan usaha ini, kita melakukan down grade di bahan baku, tapi ternyata pasar merespon negatif.
Dengan keagungan dan kemuliaan Rasulullah, beliau juga dikenal sebagai seorang marketer yang cerdas dan beretika. Sifat-sifat itu pada saat ini menjadi dasar penting dalam marketing syariah atau spiritual marketing.
Seorang hamba apabila terjatuh dalam dosa, hendaklah bersegera menghapusnya dari catatan amal, supaya ia terhindarkan dari segala dampak buruk yang akan timbul dari dosa yang ia lakukan.
Meisya Siregar, selebritis Indonesia, yang mencoba peruntungan berjualan rendang. Mengusung merek Rendang Nantulang, atau berarti rendangnya tante menurut bahasa Batak, Meisya dibantu saudaranya memproduksi rendang sendiri.
Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, India, Srilanka, Iran dan negara-negara di benua Afrika, bahkan mengembangkan mesin batik printing yang jauh lebih canggih.
Modal menjadi seorang enterpreuner, bukan semata-mata hanya sisi spiritual, tapi membutuhkaan mental berani kehilangan uang, kehilangan kehormatan, dicaci maki.
Salah satu strategi yang dilakukan dengan cepat beradaptasi termasuk mulai mengakrabkan Pempek Candy dengan ekosistem digital. Berbeda dibanding dengan kondisi 27 tahun lalu.
Bioflok adalah salah satu teknologi budidaya ikan melalui rekayasa lingkungan yang mengandalkan pasokan oksigen dan memanfaatkan mikroorganisme yang secara langsung dapat meningkatkan nilai jual pakan.
Saat ini hijab dan produk muslim lain membanjiri pasar di Indonesia. Ketertarikan terhadap Islam semakin lama kian diinginkan oleh konsumen Indonesia, sebab konsumen tidak hanya mencari nilai yang bersifat duniawi, tapi mereka mengkonsumsi produk karena aspek ukhrawi.