Puan mendukung langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk bersih-bersih di institusi Polri. Puan menyatakan, komitmen pemberantasan narkoba diperlukan dari seluruh stakeholder.
Jokowi mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri di bulan November masih 80,2 persen. Namun, angka tersebut turun menjadi 54 persen di bulan Agustus seiring dengan banyaknya kasus-kasus besar yang menimpa institusi Polri.
Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada pejabat Polri se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (14/10/2022) siang. Dalam pengarahan itu, dia menegur gaya hidup mewah bisa menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Aboe meminta pengawasan terhadap penyalahgunaan narkoba dapat lebih serius dan ditingkatkan lagi. Terlebih, persoalan narkoba saat ini sudah berstatus darurat.
Nilai harta kekayaannya masih akan bertambah bila dihitung pula harta bergerak lainnya (Rp500 juta), surat berharga (Rp62,5 juta), kas dan setara kas (Rp1.523.717.203). Sehingga total kekayaan Teddy tercatat sebesar Rp29,97 miliar.
Listyo mengungkapkan, hasil pemeriksaan Irjen Teddy di Mabes Polri tidak menunjukkan adanya konsumsi narkoba. Namun, dokter yang memeriksa mendapati adanya penggunaan jenis obat tertentu.
Kapolri memastikan Irjen Teddy Minahasa (TM) batal menjadi Kapolda Jawa Timur (Jatim) menggantikan Nico Afinta. Pernyataan tersebut muncul setelah adanya kabar TM ditangkap Divisi Propam Polri karena kasus narkoba.
Jokowi meminta jajaran Polri untuk melakukan langkah-langkah perbaikan dan tindakan tegas terhadap berbagai hal yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada institusi Polri.
Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa diduga tersandung kasus penyalahgunaan narkoba. Teddy Minahasa dikabarkan ditangkap oleh Propam Polri. Ketua Indonesia Police Watch, Sugeng Teguh Santoso menyebut wajah Polri semakin tercoreng.
Sebagai gantinya, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra akan menggantikan posisi Nico sebagai Kapolda Jatim. Adapun mutasi Irjen Nico diduga terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sebanyak 131 korban jiwa.
Dedi menjelaskan bahwa gas air mata yang sudah habis masa berlaku berkurang efektivitasnya. Ketika ditembakkan akan timbul partikel-partikel kecil seperti bedak (tidak mengaerosol sempurna).