Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa pasien cacar monyet pertama di Indonesia bertempat tinggal di sebuah indekos di Jakarta.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta menemukan tiga orang yang berkontak erat dengan penderita cacar monyet atau monkeypox. Sejauh ini, ketiganya dalam kondisi baik dan tidak mempunyai keluhan kesehatan.
Menurut Rahmad, beberapa negara sudah menyiapkan vaksin pasca terkonfirmasi penularan, seperti Amerika dan Spanyol. Vaksin ini nantinya perlu disebarkan ke wilayah-wilayah yang berisiko tinggi penularan cacar monyet.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi kasus pertama cacar monyet di Indonesia. Pasien merupakan pria berusia 27 tahun berasal dari DKI Jakarta.
Syahril menjelaskan pasien cacar monyet mengalami demam pasca tujuh hari tiba dari luar negeri. Pasien tiba pada 8 Agustus dan mulai merasakan gejala demam pada 14 Agustus.
Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah cacar monyet atau monkeypox. Kendati cacar monyet belum terkonfirmasi di Indonesia, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan sejak dini.
Laura mengatakan, seperti cacar air, penampakan kulit seorang yang terkena cacar monyet memiliki lesi atau luka di kulit yang disertai demam dan sakit kepala.
Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani menyampaikan meski cacar monyet mempunyai risiko pandemi, namun masih terbilang kecil.
Sementara itu, cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang juga menyebabkan herpes zoster. Gejalanya pun sama tapi masa inkubasinya berbeda.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan hal pertama yang harus dilakukan dalam kondisi wabah seperti ini yakni ikhtiar.
Penyebaran wabah cacar monyet pernah terjadi di Afrika pada tahun 1970 silam, di Kongo, Afrika Selatan. Penyakit tersebut diindikasikan berkaitan dengan kegiatan berburu, memasak, dan mengonsumsi daging tikus atau monyet yang terinfeksi.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemeriksaan seorang pasien suspek cacar monyet (monkeypox) di Jawa Tengah telah rampung. Dari tes PCR kepada yang bersangkutan hasilnya dinyatakan negatif.
Penderita akan mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, sakit pinggang, nyeri otot, kelelahan, serta adanya pembesaran kelenjar getah bening baik di leher, ketiak atau pangkal paha.