Ada sejumlah faktor penyebab banyak jemaah haji wafat saat ibadah di Mekkah. Angka kematian jemaah haji asal Indonesia masih sangat tinggi beberapa tahun ini.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Achmad meminta pemerintah memaksimalkan pelayanan terhadap jamaah haji. Terlebih pada jamaah haji tunda akibat pandemi Covid-19.
Pemerintah Arab Saudi mencabut sejumlah aturan yang selama ini diberlakukan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 seperti keharusan PCR dan karantina.
Dubes Arab Saudi membenarkan adanya edaran dari Kementerian Haji dan Umrah terkait rencana dibukanya umrah. Namun demikian, detail edaran tersebut, termasuk yang berkenaan Indonesia, masih terus dikoordinasikan.
Beberapa jemaah tak bisa menutupi rasa kegembiraannya dapat menunaikan ibadah haji 2021 meski di tengah pandemi Covid-19. Mereka mengaku sangat beruntung.
Jemaah yang sudah terdata terdiri atas unsur diplomat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI), Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa Indonesia, dan sejumlah WNI lain.
Otoritas Masjidil Haram menyambut para jemaah haji yang tiba di Mekah. Pihak berwenang juga melibatkan 500 pegawai untuk melayani kebutuhan para jemaah saat melakukan Tawaf atau mengelilingi Kakbah.
Menteri Urusan Islam, Panggilan dan Bimbingan, Sheikh Abdullatif Al Sheikh menyampaikan, Pemerintah Arab Saudi menghabiskan biaya 31 juta Real Saudi (Rp119 miliar) untuk perawatan dan operasional Haji 2021.