Di meja yang sama, turut hadir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Eddie Baskoro Yudhoyono, Jusuf Kalla dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Mereka tampak menikmati hidangan bersama Anies yang baru saja purnatugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Aboe menuturkan bahwa PKS memiliki konsen yang tinggi dalam menyiapkan diri untuk menghadapi Pilpres 2024. Namun, PKS tak ingin terburu-buru mendeklarasikan capres.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons positif deklarasi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan, mengutarakan, salah satu tantangan utama partai Islam saat ini adalah tidak adanya tokoh nasional dalam tubuh partai. Hal tersebut bisa berdampak negatif pada perolehan suara partai.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menilai kontestasi Pemilu 2024 mendatang merupakan ajang untuk membuat perubahan. Dia meminta masyarakat untuk menolak wacana presiden 3 periode hingga Jokowi yang bisa jadi wakil presiden.
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, mengungkapkan bahwa mayoritas kadernya menginginkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, maju dalam Pilpres 2024 mendatang. Namun hingga kini, PKS masih menahan diri untuk mendeklarasikan dukungan.
Penggalangan opini yang terjadi bisa saja menuntun pada perilaku zalim, tidak adil, hingga munculnya stigma terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Bahkan, Bukhori menilai bisa saja masuknya narasi Islamophobia.
Fraksi PKS berpandangan bahwa tidak salah dan tidak tabu kalau pemerintah menimbang ulang, mencabut keputusan atau membatalkan kenaikan harga BBM yang mendapatkan subsidi.
Secara simbolik, anggota fraksi PKS dalam rapat mengangkat kertas bertuliskan 'PKS MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM'. Tak lama kemudian, satu persatu anggota dewan Fraksi PKS angkat kaki dari ruang Sidang Paripurna.
Syaikhu menjelaskan, saat ini rakyat masih berjuang bangkit kembali setelah terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Tapi ironisnya, pemerintah justru akan menaikkan harga BBM dan solar bersubsidi.
Jadi, apabila pada 2024 nanti PKS tidak ikut dalam pemilu legislatif, maka pada periode selanjutnya, yakni 2029 akan memiliki kans yang banyak akibat loncatan animo masyarakat terhadap PKS.