Dia menyebut bahwa dana bantuan tersebut akan segera dibelanjakan untuk membangun kembali sejumlah masjid yang terdampak, irigasi, hingga hal-hal ekonomi yang perlu dipulihkan.
Di hari terakhir masa tanggap darurat ini, Lukman menyatakan penderitaan penyintas makin parah. Bantuan logistik habis, relawan pulang, pemerintah belum menyediakan tempat tinggal baru, serta banyak MCK portabel yang sudah ditarik kembali.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, ada 17 Risha yang sudah 100 persen selesai dibangun lengkap dengan atap, lantai dan dinding. Ada 67 unit sudah ada atap dan proses pemasangan dinding serta lantai.
Masjid darurat ini dibuat lebih kuat, yakni menggunakan pondasi tiang dan atap dari baja ringan. Masjid ini merupakan masjid lanjutan yang dibangun setelah masjid darurat yang didirikan menggunakan tenda di pengungsian Kampung Karamat.
Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun fasilitas MCK Darurat bagi penyintas gempa Cianjur yang berlokasi di Kampung Pameungpeuk, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Ahad (11/12/2022).
Agus menuturkan, selain memberikan buah segar, tim medis BSMI dan relawan juga memberikan suplemen vitamin bagi penyintas baik yang mendatangi RS Lapangan maupun saat mobile Clinic ke tenda-tenda pengungsian.
Kunjungan PKS Jateng ke Kabupaten Cianjur adalah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa 5,6 SR pada 21 November lalu.
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi seluas 2,5 hektare yang dapat dibangun sebanyak 200 unit RISHA di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.
Panjang patahan ini sekitar sembilan kilometer. Adapun radius berbahaya kiri dan kanannya 300-500 meter. Zona berbahaya direkomendasikan relokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.
Lembaga kemanusiaan Indonesia Care melihat adanya kelambanan dalam proses pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan akibat gempa. Hal itu disebabkan banyaknya lokasi yang sulit dijangkau alat berat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, gempa di Cianjur, Jawa Barat dipicu pergeseran sesar yang baru teridentifikasi dinamakan Patahan Cugenang.