Keceriaan tampak jelas di wajah anak-anak penyintas gempa bumi Cianjur, Jawa Barat saat mengikuti kelas tadabbur Al-Quran. Kelas tadabbur tersebut diampu santriwati Arrahman Quranic College (AQC) Akhwat.
Para Ulama banyak turun mendampingi dan menguatkan para penyintas gempa Cianjur. Salah satunya yaitu Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir yang datang ke Desa di Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu siang (3/12/2022).
Pimpinan AQL Islamic Center, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), meresmikan Masjid Darurat AQL Peduli Desa di Cibeureum, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu siang (3/12/2022). Masjid darurat itu memiliki luas 16 x 8 meter.
Gempa M5,6 yang mengguncang Cianjur memang menyisakan duka bagi Barkah. Tapi, dia tidak mau larut dalam kesedihan. Ibu dua anak itu memilih membuka usaha kecil-kecilan untuk mengisi waktu kosong.
Di tengah suasana duka pascagempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, para penyintas tetap berusaha mendekatkan diri pada Ilahi. Gempa jadi pengingat bagi hamba Allah untuk semakin bertaqwa.
Dalam tausyiahnya, Ustaz Tondy Alfaraby dari LPB MUI menyampaikan kepada masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi ujian dan perlunya meningkatkan keimanan. Para penyintas pun tampak khusu' mengikuti ceramah Jum'at tersebut.
Penyintas gempa Cianjur masih bertahan di tenda-tenda pengungsian setelah gempa bumi M5,6 mengguncang daerah yang berada di Jawa Barat itu pada Senin (21/11/2022). Kondisi di pengungsian cukup memprihatinkan.
Anak-anak di pengungsian terpusat Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, kembali mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setelah lebih dari sepekan terhenti karena sekolah mereka roboh oleh gempa bumi M 5.6 Cianjur.
Relawan paramedis Siti Minnur mengatakan pemeriksaan kesehatan untuk penyintas gempa ini perlu dilakukan berkala. Termasuk memberikan pendampingan psikososial untuk menghilangkan trauma ketika gempa susulan datang.
Musibah ini mengundang dari simpati dari masyarakat Indonesia, termasuk kalangan selebritas Tanah Air. Mereka pun terpanggil untuk memberi bantuan dalam bentuk uang hingga sembako untuk kelangsungan hidup para korban.
Allah telah menyiapkan ganjaran setimpal bagi orang-orang yang meninggal karena gempa bumi. Keistimewaan itu berupa meninggal dalam status syahid di akhirat.
Kiai Zae Nandang juga menyampaikan do'a serta harapannya bagi masyarakat di Cianjur yang menjadi korban atas peristiwa gempa bumi tersebut. Baik bagi mereka yang menjadi korban jiwa maupun luka-luka.