Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengambil sikap kritis terhadap UU hijab baru yang memberikan sanksi lebih berat. Undang-undang kontroversial ini mencakup denda hingga 20 bulan gaji dan pembatasan layanan publik bagi pelanggar. Keraguan presiden mencerminkan kekhawatiran akan dampak sosial yang lebih luas, terutama setelah gelombang protes pasca kematian Mahsa Amini. Keputusan penandatanganan UU pada 13 Desember akan sangat menentukan masa depan kebijakan hijab di Iran.
Program rudal Iran menjadi sorotan dunia internasional. Presiden Pezeshkian menegaskan pentingnya program ini untuk pertahanan negara dari ancaman regional, terutama Israel. Meski mendapat tekanan dari Barat, Iran tetap kukuh mempertahankan haknya mengembangkan teknologi rudal. Ketegangan meningkat dengan tuduhan transfer rudal ke Rusia dan serangan Houthi ke Israel, menambah kompleksitas situasi keamanan di Timur Tengah.
Masoud Pezeshkian, reformis Iran, menang dalam pemilu presiden 2024 mengalahkan Saeed Jalili. Kemenangan ini memberi harapan perubahan di tengah krisis ekonomi dan politik. Meski partisipasi pemilih rendah, Pezeshkian berjanji memperbaiki hubungan dengan Barat dan melonggarkan aturan jilbab. Namun, tantangan berat menanti karena dominasi kelompok garis keras di pemerintahan Iran.
Masoud Pezeshkian, politisi moderat berusia 69 tahun, terpilih sebagai presiden Iran baru, mengalahkan kandidat garis keras. Kemenangannya membawa harapan bagi kaum muda Iran. Pezeshkian berjanji menjalin hubungan konstruktif dengan Barat, menghidupkan kembali perjanjian nuklir, dan melonggarkan kebijakan dalam negeri. Namun, tantangan besar menanti karena kekuasaan tertinggi masih dipegang Ayatollah Khamenei.