Gencatan senjata Israel-Iran diumumkan Presiden Donald Trump usai serangan udara AS ke fasilitas nuklir Iran. Apakah ini awal perdamaian atau sekadar jeda dalam konflik? Simak analisis dan fakta lengkapnya di sini.
Israel dan Iran diklaim sepakat melakukan gencatan senjata setelah 12 hari konflik memanas. Trump umumkan kesepakatan ini, meski roket masih dilaporkan meluncur dari Iran. Dunia harap perang benar-benar berakhir.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengecam keras serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Qatar. Mereka menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyatakan dukungan penuh kepada Qatar.
Iran resmi meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Qatar sebagai balasan atas serangan nuklir. Qatar dan Bahrain langsung menutup wilayah udara. Situasi di Timur Tengah memanas, AS dan Israel kini bersiaga penuh. Apa langkah Iran selanjutnya?
PBB menyebut beberapa serangan Israel ke Iran mungkin melanggar hukum internasional. Serangan ini menewaskan warga sipil, relawan, dan merusak rumah sakit serta fasilitas anak. Jutaan warga Iran mengungsi.
China memperingatkan bahaya meluasnya konflik Iran-Israel ke wilayah lain dan dampaknya terhadap ekonomi global. Beijing menyerukan solusi damai dan mendorong komunitas internasional untuk bertindak.
Iran kirim Menlu Araghchi untuk bertemu Vladimir Putin di Moskow, membahas situasi usai serangan AS ke fasilitas nuklir. Rusia kecam serangan tapi belum beri bantuan militer.
Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman, menghubungi para pemimpin Teluk dan Eropa untuk membahas konflik Iran-Israel serta serangan AS ke fasilitas nuklir Iran. MBS menyerukan persatuan dan solusi diplomatik.
Opini Mukhaer Pakkanna soal rudal Sejjil Iran: kekuatan militer bukan hanya soal senjata, tapi hasil semedi panjang ideologi, sains, dan spiritualitas.