LANGIT7.ID-Iran; Serangan rudal Iran pada Jumat melukai 23 orang di bagian utara Israel, menurut layanan darurat Magen David Adom, sementara kedua negara terus saling serang.
Tiga orang terluka parah, termasuk seorang remaja 16 tahun yang terkena serpihan di tubuh bagian atas, kata MDA. Dua korban lain—seorang pria 40 tahun dan 54 tahun—mengalami luka serpihan di kaki, sementara seorang wanita mengalami serangan jantung saat berlindung dan meninggal, kata paramedis.
Pejabat militer Israel mengatakan Iran menembakkan sekitar 20 rudal dalam serangan ini, yang terjadi bersamaan dengan dimulainya upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Jenewa antara menteri luar negeri Eropa dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Sebelum pertemuan, Araghchi mengatakan negaranya "tidak ada yang perlu dibicarakan" dengan Amerika Serikat selama Israel terus menyerang Iran, tetapi terbuka untuk "dialog" dengan pihak lain—bukan negosiasi.
Setelah beberapa jam pembicaraan, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy mengatakan bahwa Eropa "berminat melanjutkan diskusi dan negosiasi dengan Iran." Dia menegaskan bahwa Eropa telah menyampaikan dengan jelas dalam pertemuan di Jenewa bahwa Iran "tidak boleh memiliki senjata nuklir." Araghchi juga menyatakan Iran tertarik melanjutkan pembicaraan.
"Iran siap mempertimbangkan diplomasi sekali lagi," katanya, seraya menambahkan, "Saya tekankan bahwa kemampuan pertahanan Iran tidak bisa dinegosiasikan. Namun, kami siap bertemu lagi dalam waktu dekat."
Presiden Trump mengatakan pada Jumat sore bahwa AS "siap, bersedia, dan mampu, dan kami telah berbicara dengan Iran. Kita lihat bagaimana nanti." Saat meninggalkan Washington menuju klubnya di Bedminster, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa "sangat sulit saat ini" meminta Israel menghentikan serangannya terhadap Iran untuk memungkinkan perundingan, seperti yang diminta Iran. "Jika satu pihak sedang menang, akan lebih sulit berunding daripada jika pihak itu kalah."
Sebelumnya pada Jumat pagi, militer Israel mengatakan mereka melakukan serangan terhadap 25 target militer dan nuklir di Iran. Pasukan Pertahanan Israel menyebutkan 60 jet digunakan dalam serangan tersebut.
Sebuah rudal Iran juga menghantam kota Be'er Sheva di selatan Israel pada Jumat pagi.
Seminggu perang antara Israel dan Iran telah menewaskan setidaknya 657 orang, termasuk 263 warga sipil, di Iran, menurut kelompok Health Rights Activist yang berbasis di Washington kepada AP. Sedikitnya 24 orang di Israel tewas, menurut pejabat Israel.
Sementara ketegangan dengan Iran meningkat, Israel melanjutkan serangan di Gaza dalam 24 jam terakhir, dengan setidaknya 42 orang tewas pada Jumat. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan 23 dari korban tewas sedang mencari bantuan kemanusiaan.
Tidak ada bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza selama 48 jam, di mana PBB menyatakan seluruh populasi menghadapi risiko kelaparan.(*/saf/cbsnews)
(lam)