Louis Vuitton merayakan ulang tahun ke-130 motif Monogram pada 2026 dengan koleksi eksklusif Monogram Origine, VVN, dan Time Trunk. Simak sejarah cawan suci LV di sini!
Persaingan ketat diantara merek-merek fashion mewah di dunia selalu menarik untuk disimak. Sejumlah merek bahkan menjadi langganan peringkat teratas dalam daftar merek mewah secara global.
Fenomena video TikTok yang klaim barang mewah Prancis dibuat di Tiongkok viral saat AS terapkan tarif impor 145%. Benarkah Herms dan Louis Vuitton produksi di Tiongkok?
Carlos Alcaraz berbagi kisah perjalanan kariernya dalam dokumenter Netflix, dari masa kecil di Murcia hingga menjadi duta Louis Vuitton dan juara Grand Slam.
Old money ternyata lebih memilih gaya quiet luxury dibanding brand mewah terkenal. Mereka menghindari Louis Vuitton atau Gucci yang dianggap terlalu mencolok. Brand seperti Brioni, Loro Piana, dan Brunello Cucinelli menjadi pilihan utama karena desainnya elegan namun tidak berlebihan.
Louis Vuitton menghadirkan inovasi terbaru melalui Neverfull Inside Out, tas mewah yang dapat dibalik dengan desain serba guna. Koleksi ini menampilkan kombinasi motif Monogram klasik dengan interior kulit premium dalam berbagai warna. Sophie Turner, brand ambassador LV, mempromosikan versatilitas tas ikonik ini.
Pengadilan Paten Korea mewajibkan tukang reparasi tas membayar Louis Vuitton Rp 184 juta karena memodifikasi tas tanpa izin. Perubahan substansial pada produk asli dianggap menciptakan barang baru yang melanggar merek dagang. Keputusan ini menjadi peringatan penting bagi industri reparasi barang mewah.
Louis Vuitton membuka kafe mewah di Bandara Heathrow London, menandai ekspansi bisnis di luar industri mode. Berkolaborasi dengan koki terkenal Cyril Lignac, kafe ini menawarkan menu premium dalam desain interior futuristik karya Marc Fornes. Langkah ini memperkuat posisi brand luxury dalam bisnis hospitality.
LVMH, raksasa barang mewah dunia, mengalami penurunan pertumbuhan yang mengejutkan. Penjualan Fashion dan Barang Kulit turun 5%, menandai potensi resesi di industri mewah. Pasar Asia dan AS melambat, memicu kekhawatiran akan penurunan global. Analis memperingatkan kemungkinan pertumbuhan negatif hingga 2025. Industri barang mewah menghadapi tantangan berat, mengingatkan pada krisis 2008-2009.
Sandra Dewi, artis Indonesia, menjadi sorotan dengan koleksi tas Louis Vuitton bernilai ratusan juta. Di tengah isu suaminya, gaya hidupnya tetap glamor. Dari LV Twist MM Catogram seharga Rp79 juta hingga Petite Boite Chapeau Rp91 juta, koleksinya menunjukkan investasi fashion yang mengagumkan. Fenomena ini membuktikan bahwa di dunia selebriti, aksesori bukan sekadar pelengkap, tapi juga simbol status dan kekayaan.
Industri fashion mewah menghadapi krisis inventori berlebih senilai miliaran dolar. Fenomena ini bukan hanya merugikan bisnis, tapi juga berdampak serius pada lingkungan. Brand-brand ternama mulai mencari solusi berkelanjutan, namun perubahan signifikan masih diperlukan. Inovasi seperti made-to-order, penyewaan, dan teknologi daur ulang menjadi harapan baru bagi masa depan fashion yang lebih ramah lingkungan.