Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti akan lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat untuk menata kebijakan pendidikan dasar dan menengah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti bersama para Wakil Menteri (Wamen) dan Direktur Jenderal (Dirjen) mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Dukungan PBNU melalui Gus Yahya terhadap program Mendikdasmen dalam mengatasi putus sekolah menjadi momentum penting bagi pendidikan Indonesia. Program rumah belajar dan revitalisasi pendidikan non-formal yang didukung jaringan pendidikan NU diharapkan mampu memberi solusi efektif bagi permasalahan putus sekolah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengumumkan realisasi kenaikan gaji guru tahun 2025 yang mencakup guru ASN bersertifikasi dan honorer. Program peningkatan kesejahteraan ini masuk dalam quick win pemerintahan Prabowo-Gibran. Nominal kenaikan akan bervariasi berdasarkan kualifikasi tertentu, bukan flat Rp 2 juta seperti wacana awal. Penyusunan regulasi dan pendataan sedang dilakukan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
Terobosan pendidikan Indonesia 2025 memperkenalkan pembelajaran matematika sejak TK sebagai respons terhadap rendahnya skor PISA. Program ini menekankan pengenalan konsep dasar matematika dengan metode menyenangkan, didukung pelatihan guru khusus. Meski hasilnya baru terlihat setelah 2025, inisiatif ini menjadi langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkap secara komprehensif konsep sekolah unggulan era Prabowo yang mendapat anggaran Rp 4 triliun. Program ini fokus pada pengembangan bakat istimewa dalam bidang akademik, seni, dan olahraga, dengan pendekatan berbeda dari RSBI/SBI. Kolaborasi multisektoral, termasuk dengan PSSI, menjadi strategi utama dalam implementasi program menuju Indonesia Emas 2045.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengumumkan kabar menggembirakan tentang kenaikan gaji guru yang akan direalisasikan pada 2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari program quick win Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui peningkatan kesejahteraan guru. Meski nominal belum diungkapkan, pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk merealisasikan program ini.
Presiden Prabowo mengambil langkah tegas membenahi pendidikan matematika dari tingkat TK hingga SD. Fokus utama diarahkan pada perbaikan metode pembelajaran dan peningkatan kualitas guru matematika. Kebijakan ini menjadi fondasi awal pemerintahan Prabowo dalam memajukan kualitas pendidikan sains dan teknologi Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah baru, Abdul Mu'ti, bersiap menggelar revolusi pendidikan. Fokus utamanya: zonasi, Merdeka Belajar, dan ujian nasional. Dengan pendekatan mendengarkan aspirasi, Mu'ti berkomitmen mengkaji ulang kebijakan kontroversial ini. Tujuannya jelas: menciptakan sistem pendidikan yang sesuai kebutuhan masyarakat dan visi kepemimpinan nasional, demi masa depan generasi penerus bangsa.