Bisnis fesyen bangkrut saat pandemi Covid-19 membuat seorang Muslimah di Klaten banting stir ke bidang kuliner. Dia membuat gabin tape sebagai usaha barunya.
Jenama pakaian muslim dari Bukittinggi, Sumatera Barat, Aqillah by Ria merayakan hari jadi pertamanya dengan menggelar sejumlah promosi. Beragam penawaran promosi yang ditawarkan mulai dari diskon di Shopee dari 15-50 persen.
Mengikuti perkembangan tren, model tas pun banyak disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik penggunanya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, 2022 pun diprediksi diramaikan dengan tren fesyen seperti tas.
Belakangan penggiat fesyen dunia mulai menaruh perhatian pada sustainable fashion. Meski industri fesyen banyak memberi keuntungan, tapi tak sedikit juga yang berdampak pada lingkungan.
Seperti diketahui, sepanjang tahun ini hampir semua kegiatan offline mati suri. Apalagi dengan dikeluarkannya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), praktis aktivitas menjadi terhenti.
Founder Canna Gallery, Endang Susilomurti mengungkapakan alasannya memilih usaha aksesoris muslim. Bagi Endang, selain menyukai fesyen dia juga mengaku ingin berbisnis sembari menjalankan ibadah.
Perlahan anggapan tersebut mulai hilang dan berbalik ke arah yang berbeda. Saat ini banyak artis yang memutuskan untuk berbisnis di saat karir keartisan sedang moncer.
Pewaris grup fesyen mewah Prada Lorenzo Bertelli melihat ada peluang di sektor pakaian bekas. Ia menilai pakaian bekas dapat dikembangkan baik secara internal maupun kemitraan.
Berbicara industri fesyen muslim di Indonesia sangat menarik, pasalnya pasar Tanah Air menjadi ketiga terbesar di dunia. Produk fashion muslim Indonesia potensial sebagai komoditas untuk mengintegrasikan kerja sama internasional dan menjadikannya sebagai pusat industri global.
Tandai hari jadi ketiga, label fesyen yang menyediakan produk-produk kebutuhan muslimah Indonesia, Halwa meluncurkan koleksi terbaru yang bertajuk Serampai.
Tobatenun yang ikut berpartipasi dalam Tenun Fashion Week menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.