Idulfitri bukan sekadar garis finis ritual tahunan, melainkan transisi menuju istiqamah. Perayaan ini adalah bentuk ibadah melalui rasa syukur yang terukur, menjauh dari euforia hampa dan bidah.
Kebahagiaan Idulfitri sering kali tereduksi menjadi sekadar pamer sandang dan pangan. Padahal, esensi hari raya adalah perayaan atas kemenangan takwa dan ampunan dosa yang dicapai melalui peluh ibadah.
Islam memandang hari raya bukan sekadar ajang pesta, melainkan substitusi spiritual yang menggeser tradisi jahiliyah. Menjaga otentisitas Idul Fitri dan Idul Adha adalah upaya merawat prinsip akidah.
Idul Fitri kerap disalahpahami sebagai garis finis untuk bebas bermaksiat. Padahal, kegembiraan yang hakiki harus tetap bersandar pada koridor syariat, bukan perayaan foya-foya yang menghapus pahala.
Potensi Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merayakan Lebaran di hari yang sama yaitu 20 Maret 2026, masih terbuka. Bahkan baru-baru ini ramai dibicarakan di media sosial. Simak penjelasan terkait hal ini dan cek jadwal prediksi Lebaran versi NU.
Fenomena judi dan pertaruhan yang menyasar anak-anak kerap membayangi perayaan Idul Fitri di sejumlah wilayah. Praktik ini dinilai sebagai kemungkaran besar yang menodai kesucian kemenangan spiritual.
Kegembiraan Idul Fitri kerap dicemari oleh pemborosan harta melalui petasan yang nirfaedah. Para ulama mengingatkan agar kelebihan materi dialihkan untuk membasuh air mata kaum papa dan yatim.
Ritual jabat tangan antara pria dan wanita nonmahram saat Idul Fitri kerap dianggap sebagai kelaziman sosial. Padahal, literatur fikih dan hadits memberikan peringatan keras atas pelanggaran batas fisik ini.
Bank Muamalat dan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar kegiatan Belanja Bareng Yatim Duafa di Jakarta. Anak-anak dari Yayasan LAZ Ibnu Sina diajak membeli kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 1447 H sekaligus belajar bijak mengatur keuangan.
Selebrasi Idulfitri kerap terjebak dalam ritual kosmetik yang mengabaikan prinsip syariat. Mencukur jenggot demi penampilan di hari raya dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap identitas fitrah.
Fenomena saling kirim parsel dan kartu lebaran kini menjadi sorotan dalam diskursus fikih kontemporer. Praktik ini dinilai sebagian ulama sebagai bentuk pengekoran tradisi non-Muslim yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan pemantauan lalu lintas di berbagai jalur utama keluar ibu kota, tercatat hingga Minggu (15/3) sore menunjukkan peningkatan yaitu 459.570 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jakarta. Kemungkinan besar masih akan terus bertambah menjelang hari raya Idul Fitri.