Negara harus hadir untuk menjawab Islamofobia di masyarakat. Sebab Indonesia merupakan negara mayoritas muslim, namun malah khawatir akan kebangkitan Islam.
Menurut dia, kekuatan Dinasti Bani Umayyah yang begitu kuat membuat kerajaan-kerajaan Kristen di Spanyol, saat itu tidak berani melakukan pertentangan pada umat Islam.
Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhammad Subki, menilai umat Islam di Indonesia merupakan salah satu umat Islam yang terbaik di dunia. Indikasinya, masyarakatnya menerima Islam tanpa masalah. Kehadiran Islam pun direspon sangat positif.
Islamofobia kini marak terjadi dengan berbagai tuduhan kepada Islam dan umat muslim. Terutama di Benua Eropa dan Amerika, kehadiran umat muslim sering dikaitkan dengan teroris, ekstrimisme, radikalisme, fundamentalisme, dan pembunuhan.
ICMI sejak pertama kali berdiri telah mengemban amanah menjadi organisasi yang solutif atas permasalahan kebangsaan dan keumatan. Termasuk bagaimana memerangi Islamofobia yang semakin marak.
UAS mengapresiasi inisatif kehadiran GNAI. Dia berharap gerakan ini dapat menjadi garda terdepan melindungi umat dari pendangkalan akidah dan kebencian kepada dakwah Islam.
Gerakan Islamofobia hari ini dilakukan dengan masif dan terstruktur. Karenanya, umat Islam juga harus melakukan upaya serupa guna menghalau pendangkalan akidah Islam.
Sejumlah ulama dan tokoh nasional dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Alwashliyah, Persatuan Islam, NU hadir dalam pernyataan deklarasi di Aula Buya Hamka.
Islam adalah agama minoritas di Sri Lanka. Muslim di negara itu hanya sekitar 10% dari 16 juta penduduknya. Muslim di Sri Lanka hidup terisolir jauh dari pusat peradaban. Selain itu, umat Islam juga harus menghadapi berbagai macam diskriminasi.
Para jemaah melantunkan takbir secara serentak, menimbulkan suara gema kalimat suci tersebut di kompleks Al-Aqsa. Banyak jemaah datang berkelompok untuk menghindari pencekalan penjajah Israel.