Islamofobia kini marak terjadi dengan berbagai tuduhan kepada Islam dan umat muslim. Terutama di Benua Eropa dan Amerika, kehadiran umat muslim sering dikaitkan dengan teroris, ekstrimisme, radikalisme, fundamentalisme, dan pembunuhan.
ICMI sejak pertama kali berdiri telah mengemban amanah menjadi organisasi yang solutif atas permasalahan kebangsaan dan keumatan. Termasuk bagaimana memerangi Islamofobia yang semakin marak.
UAS mengapresiasi inisatif kehadiran GNAI. Dia berharap gerakan ini dapat menjadi garda terdepan melindungi umat dari pendangkalan akidah dan kebencian kepada dakwah Islam.
Gerakan Islamofobia hari ini dilakukan dengan masif dan terstruktur. Karenanya, umat Islam juga harus melakukan upaya serupa guna menghalau pendangkalan akidah Islam.
Sejumlah ulama dan tokoh nasional dari berbagai ormas Islam seperti Muhammadiyah, Alwashliyah, Persatuan Islam, NU hadir dalam pernyataan deklarasi di Aula Buya Hamka.
Islam adalah agama minoritas di Sri Lanka. Muslim di negara itu hanya sekitar 10% dari 16 juta penduduknya. Muslim di Sri Lanka hidup terisolir jauh dari pusat peradaban. Selain itu, umat Islam juga harus menghadapi berbagai macam diskriminasi.
Para jemaah melantunkan takbir secara serentak, menimbulkan suara gema kalimat suci tersebut di kompleks Al-Aqsa. Banyak jemaah datang berkelompok untuk menghindari pencekalan penjajah Israel.
Bharatiya Janata Party (BJP) yang menguasai pemerintah federal India berkampanye untuk mengubah monumen bersejarah Islam dan masjid menjadi kuil. Kampanye tersebut menjadi rentetan diskriminasi nasionalis Hindu India terhadap umat Islam.
Bidang ekonomi keumatan, Munas I JATTI mengasilkan dua poin rekomendasi. Pertama, menuntut pemerintah RI mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang semakin berpihak pada pribumi, usaha kecil, serta mengeliminir dominasi oligarki.