LANGIT7.ID, New Delhi -
Bharatiya Janata Party (BJP) yang menguasai pemerintah federal India berkampanye untuk mengubah monumen bersejarah Islam dan masjid menjadi kuil. Kampanye tersebut menjadi rentetan diskriminasi nasionalis Hindu India terhadap umat Islam.
Melansir Al-Arabiya, salah satu objek kampanye para nasionalis Hindu itu adalah Taj Mahal dan Qutub Minar yang dibangun penguasa muslim pada abad pertengahan di India. Mereka ingin dua bangunan bersejarah itu diubah menjadi kuil.
Para pemimpin politik yang tergabung dalam kelompok nasionalis Hindu mengajukan petisi di pengadilan. Mereka juga merilis pernyataan resmi dan menggelar aksi menuntut agar monumen bersejarah itu diubah menjadi kuil.
Mereka mengklaim, monumen dan masjid itu dibangun setelah penguasa muslim abad pertengahan menghancurkan kuil. Atas dasar klaim itu, mereka mengajukan petisi dan menuntut dikembalikan menjadi kuil.
“Ini adalah hari-hari ketika mitos didahulukan daripada fakta sejarah,” kata Sayed Ali Nadeem Rezavi tentang klaim yang dilakukan oleh nasionalis Hindu tentang masjid dan monumen, dikutip Al-Araby, Jumat (24/6/2022).
Baca Juga: Tak Hanya Hina Nabi Muhammad, Ini Daftar Kejahatan BJP India kepada Umat Islam
Sayed Ali menegaskan, siapa saja bisa membuka buku sejarah untuk menemukan fakta kebenaran. Fakta masa lalu merupakan rentetan sejarah yang tak bisa diubah. Bukan justru cenderung memutarbalikkan fakta masa lalu demi kepentingan kelompok.
"Mereka mengklaim bahwa monumen dan masjid ini dibangun oleh penguasa Muslim abad pertengahan setelah menghancurkan kuil dan sekarang mereka meminta diberi hak untuk berdoa di tempat-tempat ini,” kata mahasiswa fakultas di departemen sejarah Universitas Muslim Aligarh (AMU) di India itu.
Bagian dari Gerakan BJPKampanye tersebut diinisiasi
BJP, partai yang memang kerap mengampanyekan diskriminasi terhadap muslim India. Rajneesh Singh, seorang pemimpin
BJP mengajukan petisi di Pengadilan Tinggi Allahabad di Uttar Pradesh, negara bagian utara India.
Dalam petisi itu, Singh mengklaim Taj Mahal merupakan Kuil Hindu kuno bernama ‘Tejo Mahalaya’. Pada 14 Mei 2022, pengadilan menolak permohonan dan menegur pemohon. Tapi, setelah petisi ditolak, dia tidak menyesali klaim liar tersebut atas Taj Mahal.
Baca Juga: OKI Sebut Kebencian Terhadap Muslim India adalah Praktik Sistematis
Taj Mahal yang terletak di Agra adalah Situs Warisan Dunia UNESCO yang dibangun oleh penguasa Muslim Shah Jahan pada abad ke-17 untuk mengenang istri tercintanya Mumtaz Mahal.
Sementara, Qutub Minar Warisan Dunia UNESCO lainnya, yang dibangun oleh Raja Muslim Qutb-ud-in-Aibak pada abad ke-12 di Delhi.
Selain monumen bersejarah, ada juga masjid lain yang diklaim nasionalis Hindu, yakni Masjid Gyanvapi di kota suci umat Hindu Varanasi. Bahkan, pengadilan kota sudah menutup sebagian masjid itu pada Mei lalu, setelah mereka mengklaim keberadaan relik Hindu (Shivling) di tempat itu.
Tidak hanya masjid Gyanvapi Varanasi, nasionalis Hindu juga menargetkan masjid Shahi Eidgah Mathura, Masjid Teelewali Lucknow, Masjid Jama Bhopal, Masjid Malali Karnataka negara bagian selatan dan Masjid Srirangapatna.
(jqf)