Kalimat duka disampaikan keluarga besar Pondok Pesantren Darunnajah, keluarga besar KH Abdul Manaf Mukhayyar, keluarga besar KH Mahrus Amin, dan putra-putri Allahu Yarham.
Wapres KH Maruf Amin mengatakan ummat Islam kehilangan seorang alim dan saleh dengan kepergian Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenang Habib Saggaf Al Jufri sebagai sosok yang teduh. Ia menyebut Habib Saggaf sebagai pengarah ulang Al-Khairaat juga 'paku bumi' bagi Indonesia Timur.
Putra sulung Tuan Guru Bangil (KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari) yakni KH Kasyful Anwar, meninggal dunia di Kota Bangil Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Kamis (5/8/2021).
Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri adalah Ketua Utama Al-Khairaat, organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur. Ia menamatkan pendidikan hingga jenjang master di Universitas Al Azhar Cairo.
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah menyerukan dan mengajak seluruh warga setempat untuk mengibarkan bendera merah putih setengah tiang pada Rabu (4/8). Imbauan itu dikeluarkan untuk mengenang dan menghormati jasa ulama besar Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri.
Menurut data Kemenag sudah ada 605 orang kyai dan ulama serta pengasuh pesantren yang wafat karena Covid-19. Maka Baznas meluncurkan Prograk Kita Jaga Kiai dalam rangka menjaga kesehatan para kiai dan ulama.
Barangkali tak banyak yang mengenal sosok Abah Fanni Rahman. Namun ternyata begitu banyak jejak dakwah yang telah beliau torehkan. Jejaknya itu kini jadi warisan untuk umat Islam.
Masyarakat muslim kembali berduka. Salah satu tokoh muda di Yogyakarta, Ustadz Muhammad Fanni Rahman, meninggal dunia di usia 43 tahun, pukul 02.00, Senin (2/8/2021).
Tahun 2020 hingga 2021 selama masa pandemi, bisa dibilang sebagai 'ammul huzni' atau tahun kesedihan bagi umat Islam Indonesia akibat wafatnya banyak Ulama. Maka kaderisasi ulama amat diperlukan.
Meskipun kematian adalah urusan Allah SWT dan suatu yang pasti, setiap muslim hendaknya mempersiapkan hal tersebut, termasuk semangat mempelajari ilmu dan mengamalkannya.
Pendiri Nahdlatul Ulama Hadhratussyekh KH Hasyim Asy'ari bisa dikatakan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.