Ada kisah menarik dari berdirinya Masjid Jami Babus Salam. Awalnya, sebuah perusahaan swasta di kawasan perkantoran Karet Semanggi, Jakarta Selatan ingin memperluas wilayah gedung yang mengharuskan relokasi Masjid Hidayatullah.
Para penerima santunan tersebut merupakan warga sekitar tepatnya di Kelurahan Kebon Kacang. Dana yang terhimpun merupakan hibah dari jamaah yang memakmurkan masjid.
Pada bagian luar, bangunan masjid didominasi perpaduan warna putih dan hijau. Sementara, bagian dalam atau ruang salat didominasi dengan perpaduan marmer berwarna hitam dan putih serta cat warna krem.
Sarwono menyatakan kekagummnya kepada para generasi muda di berbagai lembaga pendidikan agama tersebut. Hal ini lantaran kegiatan pertanian yang merupakan produksi bahan pangan di gerakan oleh mereka.
Ide masjid ramah lingkungan bukanlah hal baru. Meskipun perubahan iklim bukan menjadi perhatian utama dalam sejarah awal Islam, namun masjid-masjid di era awal Islam semuanya dapat dianggap sebagai masjid ramah lingkungan.
Penggunaan panel tenaga surya di Masjid Istiqlal tidak seratus persen menggunakan anggaran negara. Tapi juga atas partisipasi dari para jamaah yang disumbangkan melalui ide pihak masjid, yaitu wakaf energi.
Syuhud menambahkan, di sisi lain sebagai sarana ibadah masjid ramah lingkungan juga memiliki sejumlah fasilitas memadai yang bisa dimanfaatkan oleh umat. Seperti ruang diskusi, ruang berbagi ilmu bermanfaat, dan tempat mengembangkan ekonomi.
Proses pembangunan masjid dilakukan secara bertahap, mulai dari pekerjaan persiapan, pengurukan tanah, dan pemasangan struktur bangunan. Kemudian dilanjutkan dengan pengerjaan ruang salat dan tempat wudu.
Melangkah masuk ke ruang ibadah sangat terasa sejuk, sebab sejumlah air conditoner (AC) yang menghiasi dinding ruang salat selalu dalam mode aktif. Imbauan mematikan ponsel di dalam ruang salat sangat dipatuhi jamaah.
Mulanya, masjid dengan bangunan sebesar 10x10 meter ini hanya memiliki satu lantai saja. Namun pada tahun 1984 dilakukan renovasi dengan menambahkan satu lantai sehingga kini masjid memiliki dua lantai.
Mensyiarkan Islam di masjid-masjid adalah tugas bersama. Oleh karena itu, adanya silaturahmi ini diharapkan para DKM bisa berbagi program sehingga pembinaan umat di masjid dapat dioptimalkan lagi.
Setelah tahap penelitian selesai, lanjut Kiai Subki, Masjid JIC akan beranjak pada tahap pembangunan. Namun untuk tahap penelitian sendiri belum dapat dipastikan penyelesaiannya.
Penamaan Cut Nyak DIen, kata Ustaz Jauhari, dipilih berdasarkan nama pahlawan. Namun tidak memiliki ikatan ataupun kaitannya secara langsung dengan pahlawan nasional tersebut.