BAZNAS RI dan INDEF resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan MoU di Universitas Paramadina. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekonomi syariah, menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat, serta mendorong riset dan inovasi kebijakan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.
BAZNAS RI meluncurkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa di seluruh Indonesia melalui Rakornas dan BAZNAS Award 2025. Langkah ini memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dengan 12.728 UPZ desa, 2.536 UPZ kecamatan, serta 41.504 UPZ masjid demi optimalisasi dana umat.
BAZNAS resmi meluncurkan AAZRI untuk memperkuat peran amil dari pusat hingga desa. Dengan target 1 juta amil zakat, potensi dana hingga Rp66 triliun siap mendukung Indonesia Emas 2045.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan zakat dan wakaf berpotensi besar mendorong kesejahteraan umat. Sumbar siap jadi contoh, dengan program sertifikasi wakaf hingga konferensi zakat internasional.
BAZNAS tegaskan kepemimpinan adaptif untuk perkuat tata kelola zakat. Enam model kepemimpinan dipaparkan demi tingkatkan kinerja amil dan ekonomi umat.
Sri Mulyani samakan pajak dengan zakat dan wakaf sebagai instrumen keadilan ekonomi. Pajak disalurkan untuk bantuan sosial, UMKM, hingga layanan kesehatan demi pemerataan dan kedaulatan ekonomi Indonesia.