Usai kejadian, warga terdampak sempat mengecek rumah mereka masing-masing melalui jalur yang bisa dilewati. Seorang warga bercerita bagaimana erupsi Gunung Semeru telah menewaskan banyak ternak peliharaannya.
Akibat guyuran hujan dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir bandang di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Tercatat, ada empat desa di tiga kecamatan yang terdampak dari kejadian tersebut.
Pada delapan jenazah di Kecamatan Candipuro, terdapat satu jenazah korban ditemukan di Dusun Kebondeli Selatan, pukul 15.45 WIB, yang masih belum teridentifikasi.
Beberapa wilayah di NTB yang terendam banjir antara lain Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, Kota Bima, dan Dompu.
Berdasarkan data terkini yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Ahad (5/12/2021), pukul 17.30 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat letusan Gunung Semeru sebanyak 14 orang.
BNPB telah memfasilitasi tiga titik lokasi pengungsian, yaitu dua lokasi di Kecamatan Pronojiwo (Desa Sumpiturang dan Desa Curah Kobokan) dan satu lainnya Kecamatan Candipuro (Desa Sumberwuluh).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Adi Priyanto menjelaskan sebanyak 112 gardu yang terdampak erupsi tersebut mengakibatkan 30.523 pelanggan mengalami pemadaman listrik.
Tim Puskris bersama BNPB diberangkatkan ke lokasi kejadian pukul 21.00 WIB melalui jalur darat untuk mengantarkan bantuan logistik berupa tenda 6x12 meter, masker kain, masker medis, masker N95, hand sanitizer.
Indah memohon agar BPBD serta Dinas Sosial Kabupaten Malang bisa memberikan bantuan dengan membuka posko. Baik tempat pengungsian maupun dapur umum untuk melayani warga Lumajang yang ada di Pronojiwo.
BNPB meminta kepada unsur Pemerintah Daerah(Pemda) di Kabupaten Lumajang untuk menetapkan status bencana pasca terjadinya erupsi Gunung Merapi pada Sabtu (4/12) sore.