Dampak bencana yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Gunung Kidul mencatat 141 rumah rusak kategori sedang dan 336 lain rusak ringan.
Presiden Joko Widodo berpesan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengutamakan pencegahan bencana. Caranya dengan pelestarian lingkungan.
Pada Jum'at (14/1/2022) pukul 16.05 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 6,7 Magnitudo. Gempa bumi tersebut juga terasa di kawasan Jabodetabek hingga Lampung.
Angin kencang merusak sejumlah rumah warga di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada Jumat sore (24/12), pukul 16.46 WIB. Peristiwa ini bersamaan dengan terjadinya hujan intensitas tinggi di wilayah tersebut. BPBD setempat melaporkan tidak ada korban luka-luka akibat kejadian ini.
Moral yang tergerus karena merasa menjadi orang yang superior. Memiliki relasi kuasa tinggi untuk berkehendak. Itulah bencana yang dahsyat sepanjang sejarah umat manusia.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.941 bencana alam terjadi di Indonesia. Mulai dari banjir, gempa bumi, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi.
BMKG mengeluarkan peringatan akan adanya potensi gempa berkekuatan besar di bagian selatan Jawa Timur. Gempa diperkirakan menyebabkan kerusakan yang berdampak hingga 200-250 kilometer dari bibir pantai.
Bencana alam terjadi akibat dampak dari ulah manusia itu sendiri. Di mana kegiatan pembangunan, industri, transportasi dan lainnya turut menyokong kerusakan lingkungan.
Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Jember, Jawa Timur pada Kamis, (16/12) pukul 06.01 WIB. Hasil pendataan sementara per Kamis (16/12) pukul 12.26 melaporkan terdapat 31 rumah rusak dengan tingkat kerusakan beragam, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.