Pengamatan Gunung Semeru pada Kamis pukul 06.00-12.00 WIB terpantau cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan. Aktivitas Gunung Semeru masih pada level II atau waspada.
Lebih dari tiga ribu warga Kabupaten Selayar dilaporkan mengungsi di sejumlah titik. Total warga mengungsi berjumlah 3.900 jiwa yang tersebar di 17 titik pengungsian.
Abdul juga mengonfirmasi sebanyak 9.997 jiwa mengungsi di 148 titik pengungsian. Mayoritas warga mengungsi di Kabupaten Lumajang dengan jumlah penyintas 9.754 jiwa yang tersebar di 141 titik.
Banyaknya bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini mengharuskan semua pihak bekerja sama agar bisa meminimalisir timbulnya korban, kerugian, dan kerusakan.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN), Ustadz Fadlan Garamatan, menuturkan, bencana terbesar di muka bumi adalah saat manusia sudah melupakan Allah Taala.
Menurut Gus Baha Rahmat Allah lebih besar ketimbang azabnya. Termasuk dalam bencana, ada Rahmat Allah dibaliknya. Oleh karena itu Gus Baha menegaskan kita tidak boleh menghukumi suatu bencana terjadi karena azab.
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Pangarso Suryotomo, menilai keimanan masyarakat Indonesia tengah diuji dengan bencana alam yang silih berganti terjadi.
Jumlah korban meninggal dari erupsi Gunung Semeru bertambah empat orang sehingga totalnya menjadi 43 orang. Sementara warga luka-luka sebanyak 104 orang.
Dalam rapat koordinasi posko yang digelar pada hari ini, Kamis (9/12), sejumlah pelayanan dasar menjadi perhatian petugas di lapangan untuk dioptimalkan.
Dalam penanganan penanggulangan bencana hingga hari ini, Satuan Tugas Penanganan telah dibentuk. Korban jiwa maupun materi diperkirakan terus mengalami penambahan.