LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Pangarso Suryotomo, menilai keimanan masyarakat Indonesia tengah diuji dengan bencana alam yang silih berganti terjadi.
“Keimanan kita mulai diuji dengan alam Indonesia yang semakin hari sering terjadi bencana. Semua ini karena memang titipan, artinya bumi ini titipan yang harus kita jaga, sebagai khalifah yang hidup di muka bumi,” kata Pangarso dalam kajian Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Kamis (9/12/2021) malam.
Dia mencontohkan bencana banjir yang sering terjadi di Indonesia. Bencana itu diakibatkan fenomena langit yakni curah hujan sangat tinggi sehingga menyebabkan banjir. Namun tak hanya itu, ada pula andil besar manusia dalam bencana tersebut.
“Kita sering lupa menjaga alam kita, sehingga kita selalu mengeksploitasi lingkungan ini untuk kebutuhan, untuk kepentingan pribadi, atau kepentingan manusia yang tidak diseimbangkan dengan kondisi alam. Penebangan hutan di mana-mana, tapi kita tidak pernah melakukan perbaikan alam,” katanya.
Baca Juga: Rumini Ternyata Alumni Pesantren, Begini Detik-detik Gugurnya Rumini Menurut Penuturan Sang Suami
Muncul Manusia Dermawan di Tengah BencanaPangarso mengingatkan, bencana alam apapun itu seperti gempa bumi hingga erupsi Gunung Semeru merupakan peringatan bagi umat manusia. Namun, Indonesia memiliki kondisi yang sangat menarik. Nusantara dipenuhi gugusan alam yang sangat kaya, tapi ada pula ancaman luar biasa. Di sisi lain, Indonesia memiliki SDM dengan keahlian yang tak bisa diragukan lagi.
“Kita juga punya orang-orang yang peduli. Kita sering lihat, di berita, dengan kejadian Semeru, memberikan sinyal bahwa masyarakat Indonesia sangat peduli, ini menjadi kekuatan kita. Jadi. Kedermawanan, saling membantu, itu juga menjadi kekayaan bangsa ini,” ucapnya.
Siklus yang Terus BerulangPangarso mengatakan, bencana alam sejatinya merupakan siklus yang terus berulang. Letusan Semeru pun demikian. Begitu pun gunung-gunung merapi. Gempa alam hingga banjir juga begitu. Apalagi pandemi virus seperti Covid-19.
“Kejadian bencana adalah kejadian yang berulang. Selain, kita harus siap-siaga. Apa yang kita siapkan, pastinya adalah kesiapan dari masyarakat itu sendiri. Karena yang bisa menyelamatkan dari ancaman bencana diri kita sendiri, keluarga, dan lingkungan, ini sekitar 94 persen. Sisanya adalah pertolongan orang lewat dan lain sebagainya,” kata Pangarso.
(jqf)