KH Jeje Zaenudin mengatakan, dalam perspektif Islam bencana terjadi tidak terlepas dari dua kemungkinan. Pertama sebagai cobaan dan yang kedua sebagai hukuman.
Dalam hal ini, pentingnya peran Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini di wilayah rawan bencana seperti Indonesia. EWS merupakan serangkaian sistem untuk memberitahukan timbulnya kejadian alam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis potensi cuaca ekstrem selama sepekan, terhitung 9 - 15 Oktober 2022 di seluruh wilayah Tanah Air.
Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hingga Sabtu (8/10/2022) dini hari memicu terjadinya tanah ambles di beberapa titik sepanjang jalur lintasan rel kereta api antara Jeruklegi-Kawunganten, sehingga menyebabkan perjalanan kereta terhenti.
Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) mengungkapkan bahwa DKI Jakarta berpotensi menghadapi bencana besar seperti kebakaran, banjir, gempa hingga tenggelam pada 2050 mendatang.
Sebagian bencana terjadi karena ulah manusia. Tapi dalam penjelasan ilmiah, banyak juga bencana karena ada perubahan tata alam bumi seperti gempa tektonik.
Gempa bumi berskala Magnitudo 6.5 mengguncang wilayah Kabupaten Kaur, Bengkulu, Selasa (23/8/2022) malam. Keterangan BMKG, gempa berada di 64 km barat daya Bengkulu dengan kedalaman 12 km.
Ada 4 tips aman saat terjadi banjir di permukiman rumah warga. Jangan sampai bencana alam ini menimbulkan kerugian besar secara individu atau lingkungan.
Ibu Kota Korea Selatan, Seoul dilanda Banjir yang disinyalir terburuk selama 80 terakhir. Limpahan air memenuhi jalan, stasiun kereta bawah tanah, dan menyebabkan pemadaman listrik. Delapan orang dinyatakan tewas dan enam orang hilang dalam peristiwa itu.
BMKG mengingatkan masyarakat akan ancaman gempa bumi dan tsunami di sepanjang selatan Pulau Jawa. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi skenario terburuk.